Site iconSite icon Editorial9.com

Kasus Tragis di Polman Jadi Warning: Diskominfo Sulbar Ingatkan Warga Waspada Penipuan Online

Kepala Diskominfo SP Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar

MAMUJU – Kasus tragis seorang wanita di Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar), yang diduga bunuh diri usai tertipu saat berbelanja online menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam bertransaksi digital.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo) Provinsi Sulawesi Barat menegaskan komitmennya memperkuat edukasi literasi digital di masyarakat.

Pelaksana Tugas Kepala Diskominfo Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, mengatakan meningkatnya aktivitas digital masyarakat harus diimbangi dengan pemahaman tentang keamanan berinternet serta kemampuan mengenali modus penipuan online.

“Kasus ini menjadi pelajaran bersama bahwa literasi digital bukan hanya soal kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga memahami risiko di baliknya. Diskominfo akan terus memperkuat sosialisasi tentang keamanan transaksi digital, cara berbelanja aman di e-commerce, serta langkah pelaporan kejahatan siber,” ujar Ridwan di Mamuju, Selasa (4/11/2025).

Ridwan menjelaskan, edukasi digital dilakukan tidak hanya lewat sosialisasi tatap muka, tetapi juga melalui berbagai kanal media sosial Diskominfo Sulbar. Upaya ini dinilai efektif menjangkau lebih banyak masyarakat dengan pesan-pesan edukatif terkait keamanan digital dan pencegahan penipuan online.

Selain itu, Diskominfo Sulbar juga mengandalkan program unggulan “Senter KIM” (Sekolah Internet Kelompok Informasi Masyarakat) yang digerakkan di seluruh kabupaten di Sulbar. Program ini menjadi bagian dari strategi memperkuat ekosistem digital daerah sekaligus meningkatkan kecakapan digital masyarakat.

“Senter KIM menjadi ruang diskusi sekaligus jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Kami ingin mendorong masyarakat agar semakin cakap digital, tidak hanya mengakses informasi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara produktif,” tutur Ridwan.

Menurutnya, di era digital saat ini, informasi bahkan telah menjadi kekuatan baru yang bisa menandingi nilai uang. Namun, kemajuan ini juga membawa risiko seperti hoaks dan mis informasi, sehingga KIM harus hadir sebagai benteng literasi digital di tengah masyarakat.

Ridwan menambahkan, perluasan akses internet di Sulbar membawa dampak ganda. Selain membuka peluang baru, juga menimbulkan potensi kerentanan digital. Karena itu, masyarakat perlu dibekali dengan pengetahuan dan etika berinternet.

“KIM sangat penting sebagai penyaring informasi sekaligus penyambung komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Tidak semua hal bisa dijangkau langsung oleh pemerintah, dan di sinilah KIM berperan aktif menjadi jembatan sekaligus filter informasi sebelum dikonsumsi publik,” jelasnya.

Dengan penguatan literasi digital dan peran aktif Senter KIM, Diskominfo Sulbar berharap masyarakat, khususnya generasi muda dapat lebih siap menghadapi dinamika dunia digital secara aman, cerdas, dan bertanggung jawab.(*)

Exit mobile version