POLMAN – Suasana haru dan bangga menyelimuti Gedung Gadis, Jalan Ratulangi, Pekkabata, Polewali, Selasa (9/9/2025). Sebanyak 300 mahasiswa Universitas Al Asy’ariah Mandar (Unasman) Sulawesi Barat resmi dikukuhkan sebagai sarjana pada wisuda ke-23 yang dirangkaikan dengan Dies Natalis ke-21.
Dari ratusan wisudawan itu, dua mahasiswi tampil sebagai bintang panggung akademik. Mereka adalah Arini Andini, lulusan Prodi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Agama, dan Siti Nurhaliza, lulusan Prodi Agrobisnis Fakultas Pertanian. Keduanya berhasil meraih IPK sempurna 4,00 dan lulus hanya dalam waktu 3 tahun 11 bulan.
Rektor Unasman, Chuduriah Sahabuddin, menyebut pencapaian tersebut sebagai kebanggaan sekaligus bukti kualitas pendidikan kampus.
“Dengan masa studi rata-rata 4 tahun, dua lulusan kami mampu menyelesaikan lebih cepat dan meraih IPK 4,00. Ini prestasi luar biasa,” ucapnya dalam sambutan.
Secara keseluruhan, rata-rata IPK lulusan Unasman tahun ini mencapai 3,41. Chuduriah menekankan bahwa gelar sarjana tidak datang begitu saja, melainkan hasil proses panjang, penuh perjuangan, pengorbanan waktu, tenaga, dan biaya.
“Jagalah gelar itu dengan sekuat tenaga, hargai setinggi-tingginya. Gunakan untuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan almamater kita,” pesannya.
Ada yang berbeda dalam wisuda tahun ini. Jika sebelumnya ijazah dan transkrip nilai baru dapat diambil beberapa waktu setelah prosesi, kali ini para lulusan langsung bisa membawanya pulang. Dengan begitu, mereka sudah bisa menggunakannya mulai besok untuk melamar pekerjaan atau melanjutkan studi.
Chuduriah juga memaparkan langkah Unasman dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus. Saat ini, 18 dosen telah menyelesaikan pendidikan doktoral, sementara 16 lainnya berada di tahap akhir penyusunan disertasi. Selain itu, sejak 2021, Unasman sudah menerapkan kurikulum berbasis Outcome yang selaras dengan program Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM).(Mp)
