Polman – Aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat se Kabupaten Polewali Mandar (Polman), mengancam akan memberhentikan paksa pendataan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP), di rumah aspirasi Anggota DPR-RI, Ratih Megasari Singkarru, Hotel Ratih Polewali.
Hal itu disampaikan Koordinator aksi aliansi LSM Kabupaten Polman, Zubair, usai aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Kabupaten Polman, Kamis,19/09/24.
Menurutnya, langkah itu akan dilakukan jika pemerintah daerah dan Aparat Penegak Hukum (APH), tidak mengambil langkah tegas atas pendataan yang dinilainya ilegal.
“Kalau Pemda dan APH tidak melakukan apa yang kami sampaikan, kita akan tutup kegiatan PIP itu,” ucap Zubair.
Ia menilai, pendataan PIP yang dilakukan di Hotel Ratih tersebut, merupakan perbuatan yang melanggar hukum dan melanggar kewenangan sebagai anggota DPR RI dan ilegal.
“Kalau APH, khususnya kepolisian berani mengambil sikap, itu bisa langsung ditangkap, karena termasuk mendirikan suatu lembaga tidak berbadan hukum,” ungkapnya.
Kata Zubair, secara teknis dalam mengambil data pribadi seseorang harus melalui lembaga atau instansi resmi resmi yang berbadan hukum.
“Kalau dikatakan lembaga DPRI berbadan hukum betul, tapi bukan hotel Ratih,” katanya.
Ia juga menuding anggota DPR-RI Ratih Megasari Singkarru, telah melakukan politisasi beasiswa PIP, untuk kepentingan politik pribadinya.
“Itu sangat jelas sekali (dipolitisasi), karena dibalik kertas, disebelahnya tertulis nama siswa, orang tua siswa, nomor virtual account, nomor rekening bank,Kemudian, disebelahnya itu ada gambar Ratih dan adiknya Andri,” ujarnya.
“Sementara Ratih dan Andri saudara calon bupati. Bahkan Ratih sendiri sudah dideklarasikan sebagai ketua tim,” sambungnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa di Posko pendataan PIP di Hotel Ratih, juga terpajang jelas gambar Pasangan Calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Kabupaten Polman.
“Iya ada. Pas di bageround tempat mendata itu, ada gambar Paslon, pasangan calon bupati dan wakil bupati,” tutupnya.(Mp)
