Site iconSite icon Editorial9.com

Baru 167 Koperasi Daftar KDMP, Dinas Koperindag Sulbar Turun Tangan Bantu Percepat Digitalisasi

"Kepala Dinas Koperindag Sulbar, Masriadi, saat rapat Koperasi Panca Daya di Mamuju, Jumat (29/8/2025).

MAMUJU – Dari total 648 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Sulawesi Barat, baru 167 koperasi yang resmi terdaftar. Kondisi ini membuat Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Sulbar turun tangan dengan membuka layanan pendampingan khusus untuk mempercepat proses digitalisasi koperasi.

Kepala Dinas Koperindag Sulbar, Masriadi, menegaskan langkah ini sebagai bentuk pelayanan gerak cepat agar tidak ada koperasi yang tertinggal hanya karena kendala teknis.

“Kita ingin memastikan semua koperasi bisa terakomodasi. Digitalisasi adalah jalan untuk membawa koperasi Sulbar naik kelas, sejalan dengan visi Sulbar Maju dan Sejahtera yang diusung Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga,” ujarnya usai memimpin rapat Koperasi Panca Daya di Mamuju, Jumat (29/8/2025).

Kepala Bidang Koperasi dan UKM, Muhammad Hisyam Said, mengungkapkan masih ada 481 koperasi yang belum mendaftar. Dari total 648 KDMP di Sulbar, baru 167 koperasi yang sudah masuk sistem. Menurutnya, pendaftaran KDMP memiliki banyak manfaat, mulai dari peningkatan transparansi, promosi potensi desa, modernisasi tata kelola, hingga mempermudah integrasi dengan berbagai program pemerintah.

Pengawas Koperasi Dinas Koperindag Sulbar, Irfan, menambahkan proses pendaftaran cukup sederhana. Pengurus koperasi hanya perlu menyiapkan dokumen legalitas dan profil usaha, lalu mengakses portal resmi kopdesmerahputih.kop.id atau ods.kop.go.id, kemudian mengikuti alur registrasi. Untuk mempermudah, pihaknya juga menyiapkan pendampingan daring melalui Zoom hingga WhatsApp.

“Kami siap menjemput bola. Jika ada pengurus koperasi yang terkendala, bisa langsung hubungi saya melalui WhatsApp di nomor 0821-9090-2959,” ujarnya.

Dengan langkah ini, Dinas Koperindag Sulbar optimistis seluruh koperasi di daerah bisa segera terdigitalisasi sehingga mampu bersaing dan berkembang lebih modern.(*)

Exit mobile version