Site iconSite icon Editorial9.com

Bau Akram: Kemajuan Tak Boleh Menggerus Adat

Bau Akram Dai saat menerima penyambutan adat melalui prosesi Sayyang Pattu'du setibanya di lokasi puncak Upacara Adat Pattera' Pappuangan Adat Limboro Rambu-Rambu di Desa Limboro Rambu-Rambu, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Ahad (21/6/2026). Kehadiran Bau Akram mewakili Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dalam kegiatan pelestarian budaya dan pengukuhan pemimpin adat. Dok. Humas Pemprov Sulbar.

MAJENE – editorial9.com – Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Sulawesi Barat, Bau Akram Dai, menegaskan bahwa kemajuan dan modernisasi tidak boleh menggerus nilai-nilai adat yang menjadi identitas masyarakat. Pesan itu disampaikannya saat mewakili Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menghadiri puncak Upacara Adat Pattera’ Pappuangan Adat Limboro Rambu-Rambu di Desa Limboro Rambu-Rambu, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Minggu, 21/06/26.

Upacara adat yang berlangsung selama tiga hari tersebut mencapai puncaknya dengan prosesi sakral pelantikan pemimpin adat baru. Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan masyarakat yang datang untuk menyaksikan rangkaian prosesi adat.

Kehadiran Bau Akram Dai bersama rombongan disambut melalui iringan Sayyang Pattu’du, tradisi khas masyarakat Mandar yang menjadi simbol penghormatan kepada tamu kehormatan. Dalam prosesi tersebut, Bau Akram yang juga merupakan Raja Mamuju turut menunggang kuda hias menuju lokasi pelaksanaan upacara adat.

Prosesi penyambutan itu menjadi bagian dari kemeriahan acara sekaligus menunjukkan kuatnya tradisi budaya yang masih terpelihara di tengah masyarakat Mandar.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Majene Ardiansyah, Anggota DPRD Kabupaten Majene Syarifuddin, dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Majene Ahmad Djamaan. Hadir pula para tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga.

Dalam sambutannya, Bau Akram menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk terus mendukung pelestarian adat dan budaya sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.

“Pemprov Sulbar memandang adat dan budaya sebagai fondasi pembangunan. Budaya bukan hanya warisan yang harus kita lestarikan, tetapi juga kekuatan yang mampu menggerakkan ekonomi, memperkuat persatuan masyarakat, dan membentuk generasi muda yang berkarakter, tangguh, serta memiliki jati diri,” ujar Bau Akram.

Menurut dia, budaya memiliki peran strategis dalam menjaga identitas masyarakat sekaligus menjadi modal sosial yang dapat mendukung pembangunan daerah.

Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, kata Bau Akram, masyarakat dihadapkan pada tantangan untuk tetap menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.

“Kemajuan harus berjalan seiring dengan pelestarian nilai-nilai luhur. Masyarakat yang menjaga adat istiadatnya akan memiliki arah, karakter, dan martabat yang kuat dalam menghadapi perubahan zaman,” ujar Bau Akram.

Ia menambahkan, pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka.

“Pemprov Sulbar di bawah kepemimpinan Bapak Suhardi Duka memberikan perhatian besar terhadap pembangunan sumber daya manusia yang cerdas, tangguh secara mental, dan berkarakter,” tambahnya.

Melalui pelaksanaan Upacara Adat Pattera’ Pappuangan Adat Limboro Rambu-Rambu, pemerintah berharap nilai-nilai budaya dan kearifan lokal terus diwariskan kepada generasi muda serta menjadi kekuatan dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Sinergi antara pemerintah, lembaga adat, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu menjaga kelestarian budaya sebagai identitas sekaligus aset pembangunan Sulbar,” pungkas Bau Akram.(*)

Exit mobile version