Sulbar – Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Anshar Malle, menghimbau seluruh jajaran pegawai di biro umum, untuk menunjukkan loyalitas dan dedikasi nyata terhadap tugas masing-masing.
Hal itu disampaikan saat memimpin apel pagi di Lapangan Kantor Gubernur Sulbar, Kamis, 15 Mei 2025.
“Mari kita buktikan komitmen kita kepada organisasi dengan bekerja sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab,” ucap Anshar.
Ia juga menyampaikan, bahwa komitmen Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat dalam menegakkan kedisiplinan pegawai, semakin ditegaskan.
Menurutnya, mulai saat ini evaluasi kedisiplinan akan diberlakukan secara ketat, termasuk pada ASN maupun pegawai non-ASN, yang tidak mengikuti apel.
“Seluruh pegawai wajib mengikuti apel pagi sebelum memulai aktivitas sesuai tugas masing-masing. Begitu juga dengan apel sore. Bagaimana mungkin kinerja bisa maksimal dan lebih produktif, jika kedisiplinan tidak terjaga?” tegasnya.
Sebagai bentuk tindakan tegas, Ansar meminta seluruh ASN dan non-ASN yang tidak hadir dalam apel pagi hari itu, untuk segera berkumpul di ruangannya guna mendapatkan “_treatment_ khusus “
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, dan Wakil Gubernur, Mayjen (Purn) Salim S. Mengga, yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 20 tahun 2025 tentang pelaksanaan upacara dan apel di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa sistem reward and punishment, akan mulai diterapkan dan diumumkan setiap bulan.
“Pegawai yang menunjukkan kedisiplinan dan kinerja terbaik akan diberikan penghargaan, sementara yang dinilai kurang disiplin, akan dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Hal ini kata Anshar, diharapkan dapat memberikan motivasi untuk berkompetisi secara sehat dalam internal Biro Umum, terutama pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya, yang berujung pada peningkatan kinerja, inovasi dan kreativitas organisasi.
“Tujuan kami bukan sekadar memberi sanksi, tetapi untuk menciptakan budaya kerja yang sehat, memotivasi semangat berkompetisi secara positif dan mendorong peningkatan kinerja serta kreativitas organisasi,” tutupnya.(*)
