Site iconSite icon Editorial9.com

BMKG: Hujan Lebat Ancam Sulbar, BPBD Siaga

MAMUJU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menerima laporan resmi dari BMKG Wilayah IV Makassar terkait Peringatan Dini Cuaca dan Iklim untuk periode Dasarian III Oktober 2025. Laporan tersebut menjadi dasar bagi BPBD untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang.

Berdasarkan data BMKG, indeks ENSO saat ini berada pada kondisi Netral (-0,5) dan diperkirakan tetap netral hingga awal 2026. Sementara itu, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) tercatat Negatif (-1,5) dan diprediksi bertahan hingga Desember 2025 sebelum kembali ke fase netral.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Sulbar. Dari total 14 Zona Musim (ZOM) di provinsi ini, sebagian besar wilayah Pasangkayu, Polman, Majene bagian barat, dan Mamasa selatan telah memasuki musim hujan. Adapun wilayah dengan ZOM 12, 13, dan 14 masih berada pada musim kemarau.

Untuk prakiraan cuaca 10 harian (21–31 Oktober 2025), BMKG memprediksi potensi hujan sedang hingga lebat terjadi di wilayah Polewali Mandar, Majene (Malunda, Ulumanda, Tubo, Tammerodo), Mamuju (Kalukku, Sampaga, Papalang, Tommo, Kalumpang, Bonehau), Mamasa, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu.

Pada periode 21–31 Oktober 2025, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini kategori Siaga untuk curah hujan tinggi di beberapa wilayah Sulbar. Kondisi ini dapat menimbulkan dampak ikutan seperti genangan air, tanah longsor, serta terganggunya aktivitas masyarakat di daerah rawan bencana.

Plt Kalaksa BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti peringatan dini tersebut dengan meningkatkan kesiapsiagaan personel dan posko di tingkat provinsi serta kabupaten.

“Informasi dari BMKG ini sangat penting sebagai dasar peringatan dini. Kami telah menginstruksikan TRC dan Pusdalops PB untuk meningkatkan pemantauan serta berkoordinasi dengan BPBD kabupaten agar langkah mitigasi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” ujar Yasir Fattah, Selasa (21/10/2025).

Ia juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap hujan lebat disertai petir dan angin kencang, terutama di wilayah pegunungan, lereng, dan bantaran sungai.

Langkah kesiapsiagaan ini, lanjut Yasir, sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka, yang meminta seluruh perangkat daerah memperkuat sinergi menghadapi dinamika cuaca ekstrem dan memastikan perlindungan masyarakat dari potensi bencana.(*)

Exit mobile version