Site iconSite icon Editorial9.com

Bongkar Sindikat Curanmor, 12 Polisi Mamuju Dapat Reward Kapolda

Sebanyak 12 personel Polresta Mamuju menerima penghargaan dari Kapolda Polda Sulawesi Barat atas keberhasilan mengungkap sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Mamuju. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan dedikasi personel dalam menjaga keamanan masyarakat. (Dok. Humas Polda Sulbar)

MAMUJU – Sebanyak 12 personel Polresta Mamuju mendapat penghargaan dari Kapolda Polda Sulawesi Barat setelah berhasil membongkar sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beroperasi di sejumlah wilayah. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kapolda Sulbar Adi Deriyan Jayamarta, Jumat (6/3/2026).

Pengungkapan kasus ini dipimpin oleh Kapolresta Mamuju Ferdyan Indra Fahmi bersama Kasat Reskrim Agustinus Pigay. Tim berhasil mengamankan 15 unit sepeda motor dari 15 lokasi kejadian berbeda serta menangkap pelaku yang sempat melarikan diri hingga wilayah Sulawesi Utara.

Kapolda Sulbar mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kinerja dan dedikasi personel dalam mengungkap kasus yang meresahkan masyarakat.

“Rekan-rekan sekalian adalah anggota saya, dan saya tidak akan pernah membeda-bedakan. Ketika rekan-rekan menunjukkan prestasi serta kinerja yang baik, maka saya akan memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras tersebut,” kata Adi Deriyan dalam sambutannya di Lapangan Tribrata Mapolda Sulbar.

Menurutnya, keberhasilan tim Polresta Mamuju mengungkap jaringan curanmor hingga lintas provinsi merupakan capaian yang patut diapresiasi karena tidak mudah dilakukan.

Ia juga menilai langkah cepat aparat kepolisian dalam menangani kasus tersebut mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Kapolda menambahkan pihaknya telah meminta Wakapolda, Irwasda, serta Karo SDM untuk melakukan penilaian lebih lanjut terhadap kinerja para personel yang terlibat, agar dapat dipertimbangkan mendapatkan penghargaan yang lebih tinggi.

“Penghargaan ini bukan hanya untuk Polresta Mamuju saja. Semua anggota yang memiliki kemauan untuk berprestasi memiliki kesempatan yang sama,” ujarnya.

Adi Deriyan juga mengingatkan bahwa penghargaan yang diberikan bukan sekadar simbol, tetapi merupakan pengakuan atas dedikasi personel yang juga dapat menjadi nilai tambah saat mengikuti seleksi pendidikan pengembangan, seperti Sekolah Inspektur Polisi (SIP).

Ia pun berpesan kepada para personel agar menjaga nama baik institusi serta mempertahankan prestasi yang telah diraih.

“Jagalah nama baik penghargaan yang telah diterima. Jangan sampai prestasi yang sudah diraih tercoreng oleh pelanggaran yang merugikan diri sendiri maupun institusi,” tegasnya.

Kapolda menutup arahannya dengan mengajak seluruh anggota untuk terus bekerja dengan penuh keikhlasan dalam menjalankan tugas sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.(*)

Exit mobile version