Site iconSite icon Editorial9.com

BPBD Sulbar-Korem 142 Tatag Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem 2026

MAMUJU — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) memperkuat kesiapsiagaan lintas sektor dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi basah Tahun 2026. Langkah ini ditandai dengan koordinasi antara BPBD Sulbar dan Korem 142/Tatag Mamuju.

Koordinasi tersebut diterima langsung oleh Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda BPBD Sulbar, Inaldy LS Silang, dari Kasiops Korem 142/Tatag Mamuju, Wiji, di Kantor BPBD Sulbar, Senin (5/1/2026).

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas kesiapan personel, peralatan, serta mekanisme kerja lintas sektor guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana banjir, longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya.

Inaldy LS Silang menyampaikan apresiasi atas langkah koordinasi yang dilakukan oleh Korem 142/Tatag. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan efektif.

“Koordinasi ini merupakan langkah strategis untuk menyatukan persepsi dan kesiapan seluruh unsur, baik TNI, BPBD, maupun instansi terkait lainnya, agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan efektif,” ujar Inaldy.

Ia menambahkan, kesiapan tidak hanya menyangkut jumlah personel, tetapi juga kelengkapan sarana prasarana, sistem komando, serta komunikasi di lapangan saat terjadi kondisi darurat.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan bahwa penguatan koordinasi lintas sektor tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka. Gubernur, kata Yasir, menekankan pentingnya kesiapsiagaan dini dalam menghadapi ancaman bencana, khususnya bencana hidrometeorologi basah.

“Sesuai petunjuk Bapak Gubernur, kami terus mendorong penguatan koordinasi dan kesiapsiagaan lintas sektor. Dengan kesiapan personel dan peralatan yang optimal, diharapkan dampak bencana dapat diminimalisir serta keselamatan masyarakat Sulbar dapat lebih terjamin,” ungkap Yasir Fattah.

BPBD Sulbar berharap sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait dapat terus ditingkatkan guna menghadapi potensi bencana sepanjang tahun 2026. (Rls)

Exit mobile version