MAMUJU — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat menerima kunjungan Ketua Komisi IV DPRD Sulbar, Abdul Rahim, di Kantor BPBD Sulbar, Selasa (23/12/2025).
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulbar, Arnidah. Agenda utama kunjungan yakni meninjau kesiapan Posko Siaga Darurat serta memastikan kesiapsiagaan BPBD dalam menghadapi potensi bencana, khususnya di tengah cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Sulbar.
Dalam kunjungannya, Abdul Rahim melihat langsung kondisi posko, peralatan kebencanaan, serta berdialog dengan jajaran BPBD Sulbar terkait sistem penanganan darurat dan kesiapan personel.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian Ketua Komisi IV DPRD Sulbar adalah keberadaan dan fungsi Early Warning System (EWS). Abdul Rahim menanyakan mekanisme kerja EWS sebagai sistem peringatan dini yang berperan penting dalam memberikan informasi cepat kepada masyarakat saat terjadi bencana, terutama gempa bumi.
Menanggapi hal tersebut, Penelaah Teknis Kebijakan BPBD Sulbar, Muh. Ali, menjelaskan bahwa EWS merupakan bagian penting dalam upaya pengurangan risiko bencana.
“EWS berfungsi sebagai sistem peringatan dini yang memberikan informasi beberapa detik setelah gempa bumi terjadi, sehingga masyarakat dan pihak terkait dapat segera melakukan langkah antisipasi,” jelas Muh. Ali.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan komitmen BPBD Sulbar dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana secara berkelanjutan.
Menurut Yasir, peningkatan kesiapsiagaan dilakukan tidak hanya dari sisi sarana dan prasarana, tetapi juga melalui penguatan sumber daya manusia dan sistem koordinasi lintas sektor.
“Sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Bapak Suhardi Duka, kami memastikan Posko Siaga Darurat BPBD Sulbar selalu aktif, responsif, dan siap digunakan kapan saja untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Yasir.
Ia berharap dukungan dan sinergi antara BPBD dan DPRD Sulbar dapat terus terjalin untuk memperkuat upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di Sulawesi Barat.(*)
