POLMAN, editorial9.com – Bupati Polewali Mandar (Polman), H. Samsul Mahmud, mulai mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan melalui kolaborasi Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC). Program tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas kepemimpinan kepala daerah dalam menghadapi tantangan tata kelola pemerintahan modern.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta di Gedung Panca Gatra Lemhannas, Selasa (14/7/2026). KPPD Angkatan III diikuti 25 kepala daerah yang terdiri atas bupati dan wali kota dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Bupati Polewali Mandar.
Sekretaris Daerah (Sekda) Polewali Mandar, Nursaid, mengatakan keikutsertaan Bupati Polman dalam program tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
“Kursus pemantapan pimpinan daerah ini menjadi wadah bagi para kepala daerah untuk memperkuat kapasitas inovasi dan kemampuan adaptasi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Pak Bupati mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah dijadwalkan,” kata Nursaid.
KPPD Angkatan III berlangsung mulai 14 hingga 29 Juli 2026. Pada 14–19 Juli, kegiatan dipusatkan di Aula Gedung Panca Gatra Lemhannas. Selanjutnya, pada 20–26 Juli, peserta akan mengikuti program pembelajaran di Singapura. Adapun pada 27–29 Juli 2026, kegiatan ditutup dengan penyusunan dan pemaparan Rencana Aksi di BPSDM Kemendagri.
Menurut Nursaid, materi yang diberikan dalam kursus tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan kepala daerah dalam menerapkan konsep smart governance melalui pemanfaatan teknologi digital, big data, dan pendekatan kolaboratif.
“Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Selain itu, program ini juga membuka peluang memperluas jejaring kerja sama, termasuk dengan mitra internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan Lee Kuan Yew School of Public Policy–National University of Singapore menjadi nilai tambah dalam pelaksanaan KPPD tahun ini.
“Pengalaman belajar di Singapura diharapkan dapat memberikan wawasan baru mengenai praktik terbaik dalam kebijakan publik, inovasi pemerintahan, hingga diplomasi kota yang nantinya bisa diadaptasi untuk kemajuan daerah, termasuk Kabupaten Polewali Mandar,” pungkas Nursaid.(Mp)
