Site iconSite icon Editorial9.com

Bupati Polman Perjuangkan PBI dan Bantuan Kebakaran Galung Tulu ke Kemensos

Suasana pertemuan Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud bersama jajaran Kementerian Sosial Republik Indonesia saat membahas usulan tambahan kuota PBI dan bantuan bagi korban kebakaran Galung Tulu di Jakarta, Selasa (21/4/2026). Dok. Dinsos Polman.

JAKARTA — Bupati Polewali Mandar (Polman) H. Samsul Mahmud menyambangi Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk memperjuangkan tambahan kuota Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sekaligus meminta bantuan bagi korban kebakaran di Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa.

Kunjungan tersebut berlangsung di kantor Kemensos di Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026). Samsul Mahmud hadir didampingi Sekretaris Daerah Polman Nursaid dan Plt Kepala Dinas Sosial Polman Andi Hizbullah Mastar.

Dalam pertemuan itu, Samsul mengajukan penambahan kuota PBI JKN untuk masyarakat Polman. Ia menyebut, sekitar 69.806 jiwa di daerahnya masih membutuhkan jaminan kesehatan dan diusulkan masuk dalam skema PBI yang dibiayai melalui APBN.

“Jumlah tersebut cukup besar, sehingga kami berharap pemerintah pusat dapat mengakomodasi tambahan kuota PBI JKN bagi masyarakat Polman,” ujar Samsul.

Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu kendala jika seluruh pembiayaan harus ditanggung melalui APBD. Karena itu, dukungan pemerintah pusat dinilai sangat dibutuhkan.

Selain usulan PBI, Pemkab Polman juga menyampaikan permohonan bantuan material bahan bangunan untuk korban kebakaran di Desa Galung Tulu. Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan warga terdampak.

Tak hanya itu, Pemkab Polman turut mengusulkan pembentukan Kampung Siaga Bencana lengkap dengan Lumbung Sosial guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana.

Untuk program ke depan, Polman juga mengajukan bantuan sosial pemberdayaan bagi Komunitas Adat Terpencil (KAT) pada 2027.

Dalam kesempatan yang sama, Samsul memaparkan sejumlah program sinergi yang telah berjalan di Polman, seperti penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terintegrasi, piloting digitalisasi bantuan sosial, serta Program Keluarga Harapan (PKH) yang saat ini menjangkau 26.698 jiwa.

Ia berharap seluruh usulan yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti oleh Kemensos.

“Kami berharap apa yang diperjuangkan ini bisa segera terealisasi demi kesejahteraan masyarakat Polman,” kata Samsul.(*)

Exit mobile version