Site iconSite icon Editorial9.com

Capaian Vaksinasi di Sulbar Penting Jadi Perhatian Bersama

Pelaksanaan vaksinasi Covid19.(Dok : Mp)

Sulbar – editorial9 – Pelaksanaan program vaksinasi Covid19 oleh pemerintah di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Provinsi Sulawesi Barat (Provinsi Sulbar), hingga kini terus digencarkan. Hal itu dilakukan, sebagai upaya mempercepat penanganan pandemi corona, yang hingga kini masih terus mewabah di masyarakat.

Selain vaksinasi, sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid19 khususnya di Sulbar, juga hingga kini masih gencar dilakukan khususnya institusi Polri, baik itu melalui pelaksanaan operasi yustisi, hingga pada pelaksanaan operasi patuh siamasei Tahun 2021. Langkah tersebut tidak lain bertujuan untuk menekan laju angka penyebaran virus corona di masyarakat.

Berdasarkan data Dinkes Provinsi Sulbar, perkembangan kasus Covid19 secara akumulatif dari enam kabupaten se Sulbar, per tanggal 15 September 2021, jumlah pasien terkonfirmasi positif sebanyak 11.956. Kemudian yang dirawat, 24 orang. Sedang dalam Isolasi Mandiri (Isoman) 486 orang. Yang dinyatakan sembuh 11.139 orang dan meninggal dunia sebanyak 325 orang.

Terkhusus data untuk masing-masing kabupaten yakni. 1.Kabupaten Pasangkayu, jumlah yang dinyatakan positif Covid19, sebanyak 1972 orang, sedang dalam menjalani perawatan 1 orang, isolasi mandiri 9 orang, sembuh 1911 dan meninggal 41 orang. 2. Kabupaten Mamuju, kasus positif 3020 orang, dirawat 1, isolasi mandiri 78, sembuh 2895 dan meninggal 46. 3.Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), kasus positif 1056, dirawat 8, isolasi mandiri 54, sembuh 948 dan meninggal 46. 4.Kabupten Majene, positif 1031, dirawat 3, isolasi mandiri 37, sembuh 953 kemudian meninggal dunia 38. 5. Kabupaten Mamasa, positif Covid19 1349, dirawat 4, isolasi mandiri 91, sembuh 1241 dan meninggal 13. 6. Kabupaten Polewali Mandar, positif 3528, dirawat 7, isolasi mandiri 189, sembuh 3191 dan meninggal 141.

Sejatinya, di tengah masih adanya lonjakan kasus Covid19, seharusnya berbanding lurus dengan tingginya capaian vaksinasi. Akan tetapi, hal tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan, karena berdasarkan data yang berhasil dihimpun per tanggal 15 September 2021, jumlah capaian untuk dosis pertama yaitu sebanyak 251.181. Sedangkan untuk jumlah capaian dosis kedua, yaitu sebanyak 121.154, dengan total sasaran yang seharusnya adalah 1.089.240.

Terkait hal tersebut, dalam rangka mendongkrak angka capaian vaksinasi Covid19 di Bumi Tanah Malaqbi ini, keterlibatan seluruh pimpinan di lembaga pemerintahan dalam hal ini para Bupati, kemudian pihak terkait di tingkat kabupaten serta seluruh elemen masyarakat menjadi sangat penting, untuk ikut andil dalam menggencarkan program vaksinasi. Selain itu, koordinasi antar lembaga diharapkan tetap terpelihara dan terus ditingkatkan. Hal itu bertujuan untuk mempercepat penanganan wabah Covid19, yang sudah Dua tahun ini mewabah. Sehingga, dengan terkendalinya pandemi corona ini, sistem kesehatan dapat kembali stabil, seiring dengan upaya pemulihan perekonomian.

“Masih rendahnya capaian vaksinasi harus menjadi perhatian kita semua. Insya Allah, vaksinasi dapat mengurangi tingkat keparahan seseorang, apabila terkonfirmasi positif Covid19,” ucap Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, saat memimpin Rakoor strategi percepatan penanganan penyebaran Covid19 dan strategi capaian cakupan vaksin Covid19 di Sulbar, Rabu,15/09/21.

Selain gencar melaksanakan vaksinasi, dibutuhkan pula sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya masyarakat ikut serta dalam mensukseskan agenda pemerintah tersebut, harus massif dilakukan. Hal itu penting dilakukan oleh semua pihak karena langkah tersebut merupakan bagian dari strategi sehingga target vaksin dapat dicapai serta percepatan penanganan penyebaran Covid19 di Tanah Mandar dapat terwujud.

“Kepada dinas kesehatan Sulbar teruslah berkoordinasi secara intensif dengan Kemenkes RI, agar meningkatkan jumlah alokasi vaksin ke Sulbar, guna memastikan stok vaksin di kabupaten tidak mengalami kekosongan,” terang Alibaal.

Pelaksanaan sosialisasi vaksinasi Covid19, selain dilakukan oleh lembaga di internal pemerintahan, Polri dan TNI. Partai Politik (Parpol) pun diharapkan dapat ikut serta dalam mensukseskan program menuju Indonesia sehat itu. Keterlibatan para pengurus dan kader Parpol dalam mendorong tercapainya target vaksinasi di Sulbar dinilai sangat strategis, lantaran keberadaannya yang bersinggungan atau bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Secara teknis, dapat dilakukan melalui pelaksanaan pendidikan politik kepada anggota partai politik dan masyarakat sesuai dengan Permendagri nomor 78 Tahun 2020,” tutur ABM.(Mp)

Exit mobile version