Mamuju – editorial9 – Dalam rangka kerjasama pengembangan kerajinan daerah, mendukung kemudahan akses pembiayaan bagi UMKM serta peningkatan produksi dan akses pasar UMKM kerajinan di wilayah Sulawesi Barat, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulbar, Budi Sudaryono, bersama Ketua Dekranasda Sulbar, Andi Ruskati Ali Baal, secara resmi menandatangani nota kesepahaman, di Rujab Gubernur Sulbar, Minggu, 20/06/21 lalu.
Ketua Dekranasda Sulawesi Barat, Andi Ruskati Alibaal, mengaku sangat menyambut baik adanya kesepakatan bersama tersebut lantaran merupakan dasar bagi Dekranasda Sulawesi Barat dan Bank Indonesia untuk meningkatkan komitmen, kerjasama dan sinergi.
“Dengan adanya perjanjian kerjasama, bisa lebih mengopitimalkan pelaksanaan tugas dan program Dekranasda dan Bank Indonesia dalam rangka pengembangan usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) atau Industri Kecil Menengah (IKM) di sektor industri kerajinan dapat terwujud,” ucap Andi Ruskati Alibaal.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Barat, Budi Sudaryono, juga menyampaikan, bahwa kedepannya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Barat akan terus meningkatkan sinergi saling mendukung, berkolaborasi serta bekerja sama bersama Pemerintah Daerah (Pemda) beserta instansi vertikal, dalam mengembangkan perekonomian.
“Salah satunya, melalui pengembangan kerajinan daerah di Sulawesi Barat,” pungkas Budi Sudaryono.
Untuk diketahui, kesepakatan itu juga sebagai salah satu upaya dalam mendukung kebijakan pemerintah, untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional, Bank Indonesia turut serta dalam sinergi kebijakan yang ditujukan untuk meningkatkan pemberdayaan UMKM, pengembangan pariwisata, dan pengembangan ekonomi syariah. Dalam konteks pemberdayaan UMKM, khususnya pelaku usaha di bidang industri kreatif, kerajinan, dan fesyen serta mendukung program nasional, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Barat bersinergi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Barat, melalui nota kesepahaman tentang kerja sama dan koordinasi, dalam rangka pengembangan kerajinan daerah Provinsi Sulawesi Barat. Hal ini juga merupakan wujud sinergi dalam rangka mendukung Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (GBBI) dan Gerakan Bangga Wisata Indonesia.(Rls/Anh/Mp)
