Mamuju – editorial9 – Anggota DPRD Provinsi Sulbar, Hatta Kainang, angkat bicara terkait rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) di Tahun 2021 mendatang, yang ingin melakukan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), melalui PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Hatta Kainang, menilai rencana pinjaman PEN Pemprov Sulbar tersebut, perlu didiskusikan serta dirapatkan bersama, dalam rangka membahas tentang tujuan utama peminjaman itu.
“Kami menilai perlu ada diskusi dan rapat intensif terkait urgensi pinjaman, hal ini terkait dengan fiskal dan urgensi program yang ingin dipinjamkan,” ucap Hatta Kainang, melalui press rilisnya, Rabu, 30/12/20.
Selain itu ia menambahkan, walaupun dalam regulasi terkait pinjaman tanpa perlu persetujuan dari DPRD atau hanya diberitahukan saja, namun anggaran pinjaman tersebut, akan masuk dalam batang tubuh APBD Sulbar.
“Jelas, menjadi tugas kewenangan kami, untuk mengawasi proses penganggaran. Cukuplah pinjaman 37 M, yang termuat dalam APBD perubahan 2020, yang kami tidak ketahui awalnya menjadi pelajaran penting kami di DPRD Sulbar,” tambahnya.
Atas dasar tugas kewenangan tersebut, kata Hatta Kainang, secara kelembagaan di internal Fraksi Partai NasDem, meminta agar rencana peminjaman PEN itu, menjadi sangat penting untuk didiskusikan serta dirapatkan secara serius.
“Kami tunggu presentase dan paparan kajian dari pemerintah Provinsi Sulbar, terkait pinjaman,” tutupnya. (MP)
