Site iconSite icon Editorial9.com

Didukung 14 Ranting, Nursaid Pimpin Pramuka Polman

Ketua Pimpinan Sidang Muscab Gerakan Pramuka Polman menyerahkan dokumen hasil Musyawarah Cabang kepada Ketua Kwarcab Pramuka Polman terpilih, Nursaid, usai ditetapkan secara aklamasi untuk periode 2026–2031. Dok. editorial9.com

POLMAN – editorial9.com – Dukungan mayoritas kwartir ranting mengantarkan Sekretaris Daerah (Sekda) Polman, Nursaid, menjadi Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Polman periode 2026–2031.

Dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar di Aula Cadika, Polewali, Kamis,09/07/26. Nursaid terpilih secara aklamasi setelah mengantongi 14 rekomendasi dari 16 Kwartir Ranting se-Polman.

Proses Muscab berlangsung lancar dengan Nursaid menjadi calon tunggal berkat dukungan mayoritas peserta. Hasil tersebut sekaligus menandai dimulainya kepemimpinan baru di tubuh Gerakan Pramuka Polman untuk lima tahun ke depan.

Dalam sambutannya usai ditetapkan sebagai Ketua Kwarcab, Nursaid menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus kwartir ranting yang telah memberikan kepercayaan kepadanya. Menurutnya, kepemimpinan bukan sekadar soal jabatan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Pemimpin itu harus mampu merangkul. Ia harus bisa merasa nyaman di tempat yang sesungguhnya tidak nyaman dan mampu mentolerir berbagai perbedaan sikap,” ujar Nursaid.

Ia menegaskan amanah yang diterimanya tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada para pemberi kepercayaan, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Ini bukan soal jabatan. Ini adalah amanah. Amanah itu tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada yang memberi amanah, tetapi juga dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.

Nursaid mengaku semula tidak pernah memiliki keinginan untuk memimpin Kwarcab Pramuka Polman. Namun, ia berubah pikiran setelah mengetahui mayoritas kwartir ranting mengusulkan namanya.

“Saya tidak pernah berpikir menjadi Ketua Kwarcab. Sampai kemudian saya mendapat informasi bahwa dari 16 ranting, ada 14 yang mengusulkan nama saya sebagai calon ketua,” ungkapnya.

Ia mengakui, jika mengikuti keinginan pribadi, dirinya lebih memilih menolak pencalonan tersebut. Namun, ia merasa tidak bisa mengabaikan kepercayaan yang telah diberikan oleh para pengurus kwartir ranting.

“Saya berpikir, kalau saya tidak maju, bagaimana dengan mereka yang sudah memberikan kepercayaan kepada saya. Saya tidak terbiasa mengkhianati orang-orang yang mendukung saya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Nursaid juga menyinggung kritik yang diterimanya selama proses pencalonan. Ia mengaku sempat menjadi sasaran cibiran dan disebut sebagai sosok yang rakus jabatan di media sosial.

“Saya rela dicaci-maki, rela dikata-katai, bahkan disebut rakus di media sosial. Tetapi tidak pernah terbersit sedikit pun dalam diri saya untuk memanfaatkan posisi-posisi yang saya miliki demi kepentingan pribadi,” tegasnya.

Ia berharap kepengurusan baru Kwarcab Pramuka Polman, dapat memperkuat pembinaan generasi muda melalui program-program kepramukaan yang lebih aktif, kolaboratif, dan mampu melahirkan karakter kepemimpinan yang kuat di kalangan pelajar maupun pemuda.(Mp)

Exit mobile version