MAMUJU – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat menyambut baik peluncuran program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas oleh Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Program ini mulai diterapkan di seluruh sekolah pada tahun ajaran baru 2025/2026.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menyatakan bahwa CKG memiliki cakupan yang luas dan sangat relevan dengan misi pembangunan sumber daya manusia di Sulbar.
“Program ini menyasar hingga 1,5 juta penduduk Sulawesi Barat. Memang eksekusi program ini cukup kompleks, tetapi manfaatnya sangat besar. Dukungan kepala daerah sangat menentukan keberhasilan program ini,” ujar dr. Nursyamsi, Minggu (3/8/2025).
Program ini merupakan salah satu dari tiga prioritas utama Kementerian Kesehatan tahun ini, selain percepatan penanggulangan tuberkulosis dan peningkatan kelas rumah sakit dari tipe D ke C.
Dinas Kesehatan Sulbar menilai, pemeriksaan kesehatan siswa selama ini belum optimal karena bergantung pada layanan Puskesmas yang jumlahnya terbatas. Saat ini, Sulbar hanya memiliki 98 Puskesmas yang harus melayani seluruh wilayah provinsi.
“Karena itu, pelaksanaan CKG harus langsung menyasar sekolah-sekolah. Ini akan lebih efektif dan tepat sasaran,” tambah dr. Nursyamsi.
Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa. Untuk siswa SD akan dilakukan 13 jenis pemeriksaan, SMP 15 jenis, dan SMA 13 jenis. Khusus remaja putri tingkat SMP dan SMA serta remaja putra tingkat SMA akan menjalani pemeriksaan darah.
Persiapan teknis dimulai tujuh hari sebelum pelaksanaan, dengan distribusi tautan kuesioner ke orang tua siswa. Dua hari menjelang pelaksanaan, petugas kesehatan akan memastikan kesiapan alat dan bahan medis habis pakai.
“Pemeriksaan dilakukan di dua ruangan terpisah, termasuk satu ruangan khusus minimal 6 meter untuk pemeriksaan mata. Guru UKS dan PJOK juga akan dilibatkan dalam pengukuran kebugaran dan antropometri siswa,” ungkapnya.
Menurut Nursyamsi, CKG bukan sekadar skrining, tetapi merupakan langkah konkret membangun budaya hidup sehat sejak dini. Ia menekankan perlunya revitalisasi peran UKS sebagai ujung tombak layanan kesehatan di sekolah.
“Pelaksanaan CKG juga menjadi bagian dari Panca Daya ke-3 Provinsi Sulawesi Barat, yaitu membangun SDM yang unggul dan berkarakter. Ini sesuai arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga dalam mewujudkan visi Sulbar Maju dan Sejahtera,” pungkasnya.(*)
