Site iconSite icon Editorial9.com

Disbun Sulbar Awasi Pembibitan Kakao di Pasangkayu, CV Agro Tani dan CV Mario Dipantau

PASANGKAYU, editorial9.com – Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sulawesi Barat melakukan monitoring dan pengawasan terhadap pembibitan kakao di Kabupaten Pasangkayu. Pengawasan itu menyasar dua perusahaan, yakni CV Agro Tani Sulawesi dan CV Mario Mandiri Perkasa, guna memastikan benih yang diproduksi memenuhi standar mutu sebelum disalurkan kepada petani.

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Pengujian Mutu Benih Perkebunan di Desa Benggaulu, Kecamatan Dapurang, Senin (3/8/2026). Monitoring dipimpin Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Seksi Pengawasan Mutu Benih, Karsono, berdasarkan arahan Kepala Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Muh. Faizal Thamrin.

Pengawasan ini menjadi bagian dari upaya Disbun Sulbar menjamin kualitas benih tanaman perkebunan sekaligus mendukung penyediaan benih unggul bagi pengembangan sektor perkebunan di Sulawesi Barat. Langkah tersebut juga sejalan dengan komitmen Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam memperkuat sektor perkebunan sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah pembibitan milik CV Agro Tani Sulawesi yang berada di Desa Benggaulu. Perusahaan milik A. Iryanti Wahyuningsih itu tengah mengajukan rekomendasi izin usaha sebagai produsen benih tanaman perkebunan.

Dalam kunjungan tersebut, tim melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan seluruh persyaratan teknis dan administrasi telah dipenuhi sebagai dasar penerbitan rekomendasi izin usaha. Pemeriksaan meliputi kondisi lahan, sarana dan prasarana pembibitan, tata kelola produksi benih, hingga kesiapan perusahaan memenuhi ketentuan perbenihan yang berlaku.

Selain melakukan verifikasi terhadap calon produsen benih, tim juga melakukan pengawasan terhadap penangkar benih kakao milik CV Mario Mandiri Perkasa yang berada di desa yang sama.

Hasil monitoring menunjukkan CV Mario Mandiri Perkasa telah menyiapkan sekitar 600 ribu batang benih kakao yang siap disalurkan pada Agustus hingga September 2026. Benih tersebut terdiri atas dua varietas unggul, yakni MCC 02 dan Sulawesi 02, yang diproyeksikan memenuhi kebutuhan pengembangan kakao di berbagai wilayah.

Penanggung jawab CV Mario Mandiri Perkasa, Baso, menjelaskan proses pembibitan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembersihan lahan, penyemaian, pemeliharaan bibit, pengendalian hama dan penyakit, hingga pemupukan menggunakan pupuk NPK Mutiara. Bibit yang mengalami gejala daun menguning juga ditangani sesuai kebutuhan agar pertumbuhannya tetap optimal.

Menurut Baso, proses pembibitan hingga bibit siap dipasarkan membutuhkan waktu sekitar delapan bulan. Kegiatan tersebut turut menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, yakni sekitar 100 pekerja lokal untuk pengisian polybag dan 30 tenaga kerja asal Palopo yang memiliki keahlian dalam penyambungan (grafting) entris kakao.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam proses pembibitan. Salah satunya adalah kematian bibit akibat penggunaan entris yang masih terlalu muda sehingga bibit rentan terserang penyakit dan tidak mampu bertahan hingga masa pertumbuhan.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Muh. Faizal Thamrin, menegaskan kegiatan monitoring dan pengawasan merupakan langkah penting untuk menjamin kualitas benih yang akan beredar di masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Perkebunan berkomitmen memastikan setiap produsen maupun penangkar benih memenuhi standar yang telah ditetapkan. Benih yang berkualitas merupakan fondasi utama dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing komoditas perkebunan, khususnya kakao. Oleh karena itu, pengawasan akan terus dilakukan secara berkelanjutan agar benih yang disalurkan kepada petani benar-benar bermutu, bersertifikat, dan memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan pekebun,” ujar Faizal.

Melalui kegiatan monitoring tersebut, Disbun Sulbar berharap sistem perbenihan perkebunan di Sulawesi Barat semakin tertib, profesional, dan mampu menghasilkan benih unggul yang mendukung peningkatan produktivitas kakao serta kesejahteraan masyarakat, khususnya para pekebun.(*)

Exit mobile version