Site iconSite icon Editorial9.com

Disperkimtanhub Sulbar Bidik Emisi Transportasi

MAMUJU – editorial9.com – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Perhubungan (Disperkimtanhub) Provinsi Sulawesi Barat mulai menyiapkan sejumlah langkah untuk menekan emisi gas rumah kaca (GRK) dari sektor transportasi dan infrastruktur. Langkah ini ditempuh seiring upaya menjaga pertumbuhan ekonomi daerah tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi penyusunan strategi intensitas emisi GRK yang diikuti Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Disperkimtanhub Sulbar, Rabu, 24 Juni 2026.

Kepala Bidang LLAJ Disperkimtanhub Sulbar, Akbar Atjo, mengatakan forum tersebut menjadi wadah untuk merumuskan langkah-langkah taktis guna menurunkan intensitas emisi karbon di Sulawesi Barat. Menurut dia, pembangunan dan pertumbuhan ekonomi tetap harus berjalan, namun dampak lingkungan yang ditimbulkan harus ditekan.

“Dalam rakor ini, seluruh perangkat daerah didorong untuk berkontribusi aktif sesuai tupoksi masing-masing. Disperkimtanhub sendiri memegang peran krusial pada sektor transportasi, permukiman, serta infrastruktur,” ujar Akbar Atjo.

Ia menjelaskan, sektor transportasi menjadi salah satu penyumbang emisi yang perlu mendapat perhatian. Karena itu, Disperkimtanhub menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan efisiensi pergerakan kendaraan sekaligus mengurangi tingkat polusi.

Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah memperbaiki manajemen lalu lintas guna mengurai titik-titik kemacetan yang berpotensi meningkatkan emisi kendaraan. Selain itu, Disperkimtanhub juga berencana mengaktifkan kembali layanan Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) di setiap kabupaten.

Melalui pengujian tersebut, kendaraan yang beroperasi di jalan diharapkan memenuhi persyaratan teknis dan ambang batas emisi yang telah ditetapkan.

Selain pengawasan kendaraan, pemerintah juga mendorong penggunaan kendaraan rendah emisi secara bertahap, termasuk meningkatkan efisiensi penggunaan kendaraan dinas operasional.

Pada sektor infrastruktur dan permukiman, strategi yang disiapkan mencakup penerapan lampu hemat energi pada fasilitas umum serta dukungan terhadap pembangunan kawasan permukiman dan infrastruktur yang berwawasan lingkungan.

Program penurunan emisi GRK ini disebut selaras dengan visi pembangunan berkelanjutan yang diusung Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka. Pemerintah daerah menargetkan pembangunan yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga kualitas lingkungan hidup untuk jangka panjang.

Melalui langkah tersebut, Disperkimtanhub Sulbar menegaskan komitmennya mengawal sektor transportasi, permukiman, dan infrastruktur agar lebih ramah lingkungan sekaligus tetap mendukung konektivitas dan aktivitas masyarakat di Sulawesi Barat.(*)

Exit mobile version