Site iconSite icon Editorial9.com

Dispoparekraf Sulbar-Kemenpar Matangkan Kesiapan Destinasi Wisata

Suasana rapat koordinasi Dispoparekraf Sulawesi Barat bersama Kementerian Pariwisata RI dalam rangka mematangkan kesiapan destinasi wisata menghadapi libur sekolah 2026. (Dok. Humas Pemprov Sulbar)

MAMUJU – editorial9.com – Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Sulawesi Barat bersama Kementerian Pariwisata RI memperkuat sinkronisasi dalam mematangkan kesiapan destinasi wisata menghadapi potensi peningkatan kunjungan wisatawan, khususnya pada masa libur sekolah 2026.

Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan kualitas layanan pariwisata yang menekankan standar keamanan, keselamatan, kenyamanan, serta peningkatan daya saing destinasi di Sulawesi Barat.

Langkah ini juga sejalan dengan program Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka yang terus mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis pelayanan publik berkualitas dan berkelanjutan.

Kepala Dispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai, menegaskan bahwa kesiapan destinasi menjadi kunci dalam menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan pada periode libur panjang.

“Pemerintah Provinsi Sulbar melalui Dispoparekraf berkomitmen memaksimalkan seluruh destinasi wisata agar siap menyambut peningkatan kunjungan selama masa libur sekolah,” tutup Bau Akram.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, SDM dan Kelembagaan Pariwisata, Imelda Adhi Yanti, menyampaikan bahwa rapat koordinasi bersama Kementerian Pariwisata RI membahas dua agenda utama, yakni sosialisasi Surat Edaran Menteri Pariwisata serta persiapan destinasi wisata menyambut libur sekolah 2026.

“Beberapa poin yang dibahas antara lain kesiapan destinasi wisata, kebersihan lingkungan, keamanan dan keselamatan pengunjung, kelayakan sarana dan prasarana pendukung, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada wisatawan,” kata Imelda.

Ia menambahkan bahwa pihaknya terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan seluruh destinasi siap menghadapi lonjakan wisatawan.

“Menghadapi libur sekolah tahun 2026, kami terus mendorong seluruh pengelola destinasi wisata untuk memastikan kesiapan destinasi dari aspek kebersihan, keamanan, kenyamanan, serta kualitas pelayanan. Sinergi antara pemerintah, Pokdarwis, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan pengalaman wisata yang berkesan bagi para pengunjung,” ujarnya.

Rapat yang digelar oleh Kementerian Pariwisata RI melalui Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur tersebut juga membahas langkah antisipasi terhadap potensi lonjakan wisatawan, termasuk penguatan koordinasi lintas sektor agar layanan publik, aksesibilitas, dan fasilitas pendukung dapat berfungsi optimal selama periode liburan.(*)

Exit mobile version