Sulbar – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka, berkomitmen mendorong tumbuhnya hilirisasi di sektor unggulan daerah melalui peran pengusaha muda. Sebagai bentuk dukungan, ia menawarkan insentif berupa tax holiday selama lima tahun bagi pelaku usaha yang direkomendasikan HIPMI.
Komitmen itu disampaikan Suhardi saat menghadiri pelantikan Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulbar masa bakti 2025–2028 di Ballroom Hotel Maleo Mamuju, Rabu (27/8/2025) malam.
Acara pelantikan berlangsung meriah dengan dihadiri jajaran pengurus Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, Wakil Ketua DPRD Sulbar, unsur Forkopimda, serta pengusaha muda dari berbagai kabupaten.
HIPMI Diharapkan Jadi Motor Penggerak Ekonomi
Ketua Umum BPD HIPMI Sulbar yang baru dilantik, Zulfikar Suhardi, menegaskan bahwa HIPMI tidak boleh hanya menjadi organisasi kepemudaan, tetapi harus tampil sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
“HIPMI adalah pejuang pengusaha sekaligus pengusaha pejuang. Kita harus berperan nyata dalam pembangunan perekonomian Sulbar. Saya harap pelantikan ini bukan sekadar simbolis, tetapi awal langkah nyata HIPMI agar lebih dipandang dan dirasakan keberadaannya oleh masyarakat,” ujar Zulfikar.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antar-pengurus agar program HIPMI sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan prioritas pembangunan daerah.
Sementara itu, Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari, memberikan apresiasi terhadap semangat baru para pengusaha muda Sulbar. Ia menilai, dengan pertumbuhan ekonomi Sulbar yang mencapai 4,89 persen pada triwulan pertama 2025, peluang investasi terbuka lebar terutama di sektor pertanian dan perkebunan.
“Sulbar punya potensi luar biasa, tapi belum maksimal di sektor hilirisasi. Contohnya, kelapa sawit yang baru sebatas CPO, belum masuk ke industri minyak goreng dan produk turunannya. HIPMI harus mendorong hilirisasi agar memberi nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya saing ekonomi daerah,” kata Akbar.
Janji Tax Holiday 5 Tahun
Dalam kesempatan itu, Gubernur Sulbar Suhardi Duka menegaskan bahwa pemerintah provinsi memiliki tanggung jawab mencetak lebih banyak pengusaha muda, sekaligus memperkuat sektor UMKM.
“Provinsi Sulbar punya target mencetak 1.000 UMKM setiap tahun. Saya minta HIPMI ikut ambil bagian. Tidak hanya pengusaha besar, tapi juga pengusaha kecil dan menengah. Karena mereka inilah yang akan menggerakkan roda ekonomi Sulbar ke depan,” ucap Suhardi.
Sebagai bentuk dukungan, Suhardi menjanjikan insentif khusus.
“Untuk pengusaha muda HIPMI yang masuk ke sektor industri, hilirisasi pertanian, atau manufaktur—kecuali tambang—saya berikan tax holiday selama lima tahun. Saya juga minta perbankan ikut memberi ruang pinjaman bagi anak-anak muda ini,” tegasnya.
Suhardi menambahkan, HIPMI harus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat perekonomian. Menurutnya, kolaborasi adalah kunci agar pembangunan berjalan lebih cepat.
“Mari kita bekerjasama. Di sini ada Kepala Dinas yang bisa saudara hubungi jika ingin membangun kerjasama, dan pemerintah provinsi akan memfasilitasi dengan baik,” pungkasnya.(*)
