MAMUJU – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) tancap gas membenahi layanan konsultasi perizinan guna menghadirkan pelayanan publik yang semakin cepat, transparan, dan profesional.
Upaya tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi internal Tim Kerja Penyediaan dan Pengelolaan Layanan Konsultasi Perizinan PTM yang digelar di Ruang Pelayanan DPMPTSP Sulbar, Senin (2/2/2026).
Rapat dipimpin Ketua Tim Kerja, Fadilyah, yang menegaskan pentingnya inovasi, kedisiplinan, serta koordinasi efektif antaranggota tim untuk mencapai target pelayanan prima.
“Seluruh kegiatan tim harus diarahkan secara terukur untuk mencapai tujuan bidang kerja secara optimal,” kata Fadilyah.
Dalam rapat tersebut, tim membahas strategi pengelolaan pengaduan serta peningkatan kualitas layanan konsultasi perizinan. Langkah ini sejalan dengan kebijakan Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang baik serta pelayanan perizinan yang akuntabel.
Fadilyah menyebut optimalisasi layanan difokuskan pada penguatan perizinan berusaha berbasis risiko, termasuk penguatan sistem pengaduan masyarakat.
“Optimalisasi layanan difokuskan pada penguatan perizinan berusaha berbasis risiko serta layanan pengaduan perizinan berbasis risiko,” ujarnya.
Sementara itu, Penata Perizinan Ahli Muda Erna menekankan pentingnya penerapan motto pelayanan sebagai pedoman bersama dalam memberikan layanan yang cepat, tepat, dan transparan.
Ia menegaskan bahwa setiap bentuk pelayanan harus berlandaskan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan mekanisme yang berlaku agar pengaduan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara akurat dan profesional.
Sebagai bagian dari inovasi layanan, Penata Perizinan Ahli Muda Marlinah turut menyampaikan rencana optimalisasi pemanfaatan aplikasi Si Pandu Lewat Online. Aplikasi ini diharapkan memudahkan masyarakat dalam menyampaikan pengaduan serta memperoleh informasi perizinan secara cepat dan efisien.
Lebih lanjut, Fadilyah mengingatkan kedisiplinan dan koordinasi menjadi kunci utama keberhasilan pelayanan. Ia menekankan pentingnya komunikasi intensif antar tim kerja, khususnya tiga tim yang berinteraksi langsung dalam pelayanan, yakni Tim Kerja Pemantauan, Tim Kerja Pelayanan, dan Tim Kerja Perizinan.
Melalui langkah-langkah tersebut, pengelolaan layanan konsultasi perizinan di Sulbar diharapkan semakin efektif, inovatif, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, sekaligus menjaga integritas serta profesionalisme seluruh tim kerja.(*)
