Site iconSite icon Editorial9.com

Dugaan Kasus PNM Mekaar Wonomulyo Naik ke Meja Polisi

Personel kepolisian mengawal jalannya aksi massa di depan Kantor PNM Mekaar Unit Wonomulyo, Kelurahan Sidodadi, Kabupaten Polewali Mandar, saat sejumlah nasabah menuntut kejelasan terkait dugaan pencairan pinjaman tanpa sepengetahuan mereka. Dok. editorial9.com

POLMAN, editorial9.com – Kasus dugaan pencairan dana fiktif yang menyeret PNM Mekaar Unit Wonomulyo memasuki babak baru. Sejumlah nasabah melaporkan dugaan pencairan pinjaman tanpa sepengetahuan mereka ke Polsek Wonomulyo. Laporan tersebut kini mulai ditindaklanjuti oleh kepolisian.

Kepastian adanya laporan itu disampaikan Kapolsek Wonomulyo, AKP Sandy Indrajatiwiguna, saat dikonfirmasi usai melakukan pengamanan aksi massa di Kantor PNM Mekaar Wonomulyo, Kelurahan Sidodadi, Jumat, 24 Juli 2026.

“Dua hari lalu kami menerima laporan dari pada korban PNM Mekaar, diterima sama Kanit Reskrim saya ada sepuluh orang, sepuluh nasabah ya,” ucap AKP Sandy.

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada korban baru yang melapor. Namun, berdasarkan keterangan para pelapor, jumlah korban diduga lebih dari 10 orang.

“Belum, sementara informasi dari para nasabah sepuluh orang ini lebih pak dari sepuluh katanya seperti itu,” ungkapnya.

Untuk menindaklanjuti dugaan pencairan dana fiktif tersebut, kata AKP Sandy, Polsek Wonomulyo akan berkoordinasi dengan Polres Polman guna mengembangkan penyelidikan.

“Kami akan berkoordinasi dengan Polres, tetap kami upayakan kami terima laporan daripada masyarakat yang dirugikan, berapa kerugiannya, setelah itu kami akan kembangkan untuk penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pihaknya belum dapat mengumumkan jumlah kerugian yang ditimbulkan dalam dugaan kasus tersebut. Penyidik masih mengumpulkan data dan keterangan dari para pelapor.

“Belum bisa kami sebutkan, karena masih ada beberapa orang. Jadi harus kami kumpulin terlebih dahulu semuanya,” tutupnya.(Mp)

Exit mobile version