Polman – editorial9 – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Polman, menggelar dialog lintas agama.
Kegiatan yang mengangkat tema “Moderasi Beragama Sebagai Tonggak Persatuan Dalam Kebinekaan” itu, digelar di Aula Kemenag Polman, Selasa, 07/06/22.
Ketua FKUB Kabupaten Polman, Lahida menyampaikan komitmennya menjaga kerukunan telah menjadi warisan para pendahulu.
“Moderasi beragama, harus menjadi spirit kita semua dalam menjaga harmonisasi kehidupan umat beragama, kekuatan kerukunan ini harus dimaksimalkan, untuk mendukung Polman Jago aman dan damai” ucap Lahida.
Sementara itu, Wasekjen PBNU Mas’ud Saleh, selaku pembicara dalam dialog tersebut, mengungkapkan bahwa dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, tidak bisa dipungkiri, akan ada interaksi dengan penganut agama lain.
“Tentu secara akidah kita meyakini bahwa agama kita yang paling benar. Tetapi kebenaran tersebut, bukan menjadi alasan kita tidak hidup berdampingan dengan keragaman agama,” ungkap Mas’ud Saleh.
Lebih lanjut Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor itu menuturkan, berbicara soal kerukunan, semua agama telah selesai pada persoalan tersebut.
“Yang jadi soal adalah penganutnya. Ada oknum penganut agama, dengan atas nama agama mencederai kerukunan. melakukan kekerasan dan bahkan atas nama agama, berupaya untuk mengganti sendi-sendi prinsip negara,” tutupnya.(Rls/Mp)
