Site iconSite icon Editorial9.com

Gandeng Andi Ruskati, BKKBN Sulbar Gelar Promosi dan KIE Percepatan Penurunan Stunting di Mateng 

Mateng – BKKBN Provinsi Sulbar bersama Anggota Komisi IX DPR RI, Andi Ruskati Alibaal, kembali melakukan promosi dan KIE percepatan penurunan stunting, di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), 31/01/24.

Dalam kesempatan itu, Kepala BKKBN Sulbar, Rezky Murwanto, menjelaskan stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi penyakit berulang.

“Terutama sejak dalam kandungan hingga anak usia di bawah dua tahun atau di 1.000 hari pertama kehidupan.Pendek belum tentu stunting, stunting sudah pasti pendek” ucap Rezky Murwanto.

Ia juga mengungkapkan, Sulbar memiliki garis pantai yang panjang, sehingga akses untuk mengkonsumsi ikan secara rutin sangat mudah.

“Kandungan omega tiganya pada ikan sangat bermanfaat untuk perkembangan otak anak,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, BKKBN memiliki Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari Bidan, Kader PKK dan Kader KB. Jika butuh pendampingan mereka siap membantu.

“Keluarga harus direncenakan, sehingga perkawinan juga harus direncanakan dengan baik, jangan menikah terlalu dini, karena kalau angka stunting tinggi, kemungkina angka kemiskinan juga tinggi,” terangnya.

Sementara itu, anggota DPR-RI Andi Ruskati Alibaal, menuturkan bahwa Sulbar berdasarkan SSGI tahun 2022 memiliki angka prevelensi stunting sebesar 35%, tertinggi kedua se-Indonesia setelah Provinsi NTT.

“Kabupaten Mamuju Tengah memiliki angka prevelensi stunting sebesar 28,1%,terendah kedua setelah Kabupaten Pasangkayu se-Sulawesi Barat,” tutur Anggota Fraksi Gerindra DPR-RI itu.

Untuk diketahui, dalam kegiatan yang diikuti ratusan masyarakat Kabupaten Mamuju Tengah itu, turut pula hadir anggota DPRD Provinsi Sulbar, Fitriani. (*)

Exit mobile version