Site iconSite icon Editorial9.com

Gangguan Irigasi di Bendung Bantalaka Tuntas, Aliran Air Kembali Normal

Petugas dan warga membersihkan batang pohon besar yang tersangkut di pintu air Bendung Bantalaka, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Gangguan ini sempat menghambat aliran irigasi menuju lahan pertanian warga. Penanganan dilakukan secara manual dengan peralatan sederhana, Selasa (29/7/2025).

Pasangkayu – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sulawesi Barat berhasil menyelesaikan penanganan gangguan teknis pada sistem irigasi di Bendung Bantalaka, Kabupaten Pasangkayu.

Gangguan tersebut disebabkan oleh batang pohon berukuran besar yang tersangkut di struktur pintu air, sehingga menghambat aliran air ke jaringan irigasi yang mengairi lahan pertanian milik masyarakat.

Tindakan awal dilakukan pada Sabtu (25/7/2025) dengan meminjamkan satu unit gergaji mesin kepada petugas pintu air setempat. Proses pemotongan dilakukan secara bertahap dan disertai pengangkatan batang pohon secara manual oleh tim teknis bersama warga. Penanganan rampung pada Selasa (29/7/2025), dan aliran air kini kembali normal.

“Alhamdulillah, proses penanganan berjalan lancar. Kami ucapkan terima kasih atas koordinasi cepat dari petugas lapangan dan dukungan warga. Dengan ini, aliran irigasi di Bendung Bantalaka kembali normal,” ujar Kepala UPTD PSDA Dinas PUPR Sulbar, Adien, dalam keterangan tertulis.

Pemerintah Provinsi Sulbar, di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, menegaskan bahwa pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur irigasi merupakan bagian penting dari strategi menuju swasembada pangan di daerah.

Upaya teknis seperti yang dilakukan di Bendung Bantalaka menjadi penopang utama dalam mewujudkan visi pembangunan sektor pertanian Sulbar, yang sangat bergantung pada kelancaran suplai air.

Kasus serupa juga terjadi di sejumlah wilayah lainnya di Sulbar. Di Kabupaten Mamasa dan Polewali Mandar, misalnya, kerusakan saluran irigasi menyebabkan puluhan hektare sawah mengalami kekurangan air. Kondisi tersebut menegaskan perlunya respons cepat dan kolaboratif dalam menjaga keberlanjutan sistem irigasi di daerah.(*)

Exit mobile version