Site iconSite icon Editorial9.com

Gerakan Kemandirian Ekonomi, GP Ansor Kembangkan Pembibitan Kakao di Polman 

Ketum GP Ansor, Addin Jauharudin, mengunjungi pembibitan kakao milik PW GP Ansor Sulbar di Polman.

Polman – Ketua Umum PP GP Ansor, Addin Jauharudin bersama Sekjen Mabrur L Banuna dan Wakasat Kornas Banser, Zuhri Wael, mengunjungi pusat pembibitan kakao milik PW GP Ansor Sulbar, di Desa Bakka-bakka kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman, Jumat, 21/06/25.

Diketahui, saat ini GP Ansor tengah gencar-gencarnya melakukan gerakan kemandirian ekonomi organisasi dari tingkat pusat hingga ke daerah.

Dalam suasana santai persawahan di Desa Bakka-bakka, Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polman, Alwi penanggungjawab pembibitan kakao,  menjelaskan secara detail dan komplit terkait prospek, tantangan dan peluang pembibitan kakao.

“Tingginya permintaan kakao di Sulbar baik oleh pemerintah atau petani langsung, potensi kader yang basic petani menjadikan Pembibitan Kakao menjadi solusi kemandirian ekonomi organisasi dan Kader di Sulawesi Barat” ucap Alwi.

Ia juga mengungkapkan, perlunya strategi peningkatan akses permodalan bagi kader, kebun unggul lokal bersertifikasi serta dukungan fasilitas pembibitan, untuk menjawab tantangan dan kendala sukses pembibitan kakao.

Sementara itu, Ketum PP GP Ansor, Addin Jauharudin, menyampaikan pembibitan ini sangat penting untuk dikembangkan.

“Kalau semua pengurus minimal sampai PAC bisa jalankan, maka akan bisa memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun nasional,” ujar Addin.

“Pembibitan kakao Sulbar ini, akan kami jadikan percontohan untuk Ansor Provinsi lainnya, kalau mau tanya Kakao ya ke Ansor Sulbar” sambungnya.

Di tempat yang sama, Ketua PW Ansor Sulbar, Busra Baharuddin, menuturkan bahwa saat ini PAC sudah memulai menjalankan pembibitan dan semua permintaan bibit kedepan akan melalui Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) Sulbar, yang baru saja diresmikan.

“Pembibitan ini sementara sudah ada beberapa titik siap untuk dipasarkan dan pembeli harus melalui BUMA, yang keuntungannya untuk organisasi dan kader,” tutur Busra.(*)

Exit mobile version