Site iconSite icon Editorial9.com

Gubernur Sulbar Luncurkan Maskot Kejurnas Catur ke-50, Angkat Burung Endemik “Ratu Malea”

Gubernur Sulbar Suhardi Duka memberikan sambutan pada peluncuran maskot Kejurnas Catur ke-50 di Mamuju. (Dok. Humas Pemprov Sulbar)

MAMUJU – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka (SDK) secara resmi meluncurkan maskot Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-50 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Percasi ke-45 yang akan digelar oleh Pengprov Percasi Sulbar pada 2025.

Maskot kejurnas kali ini mengusung tema burung endemik Sulawesi, “Ratu Malea”, yang terinspirasi dari satwa khas burung maleo. Peluncuran berlangsung meriah dengan dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Ketua KONI Sulbar Syamsul Samad, Plh Sekprov Herdin Ismail, Ketua DPRD Sulbar Amelia Aras, Ketua DPRD Mamuju Tengah, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Suhardi Duka menekankan bahwa olahraga catur tidak hanya sekadar permainan strategi di atas papan, melainkan juga simbol strategi dalam kehidupan nyata.

“Catur di papan itu hanya teori, tapi sesungguhnya kita harus bisa bermain catur dalam kehidupan nyata. Itulah makna catur yang sesungguhnya,” ujar Suhardi Duka.

SDK juga mengapresiasi langkah Pengprov Percasi Sulbar yang berani menjadi tuan rumah Kejurnas Catur di tengah keterbatasan anggaran.

“Pemprov bersama enam bupati memang belum mampu melaksanakan Porprov. Karena itu, pelaksanaan Kejurnas Catur ini merupakan langkah berani yang patut didukung,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemprov Sulbar telah menyalurkan dukungan anggaran melalui KONI Sulbar, namun berharap keterlibatan aktif dari dunia usaha.

“Event ini bisa menjadi ajang promosi bagi pelaku usaha. Kalau usahanya besar, bantuannya juga besar; kalau kecil, sesuaikan dengan kemampuan. Yang penting, kita semua hadir memberikan dukungan,” tutupnya.(*)

Exit mobile version