JAKARTA – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka bertemu Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo, Fadhilah Mathar, di Kantor BAKTI Kominfo, Jakarta, Kamis (25/9/2025).
Pertemuan tersebut membahas percepatan penyelesaian persoalan blankspot di Sulbar yang masih menjadi kendala pembangunan sosial dan ekonomi.
Suhardi Duka menegaskan bahwa pemerataan akses digital menjadi syarat utama dalam mendukung realisasi Panca Daya Sulbar.
“Masih terdapat sekitar 300 titik blankspot di wilayah Sulbar yang menjadi tantangan serius bagi pemerataan pembangunan,” ujar Suhardi.
Fadhilah Mathar mengapresiasi langkah Pemprov Sulbar yang telah menuntaskan sebagian persoalan blankspot. Ia menekankan pentingnya percepatan kerja sama agar akses internet di desa-desa dapat segera terpenuhi.
Hingga 2025, BAKTI Kominfo telah menghadirkan layanan internet di 672 lokasi layanan publik di enam kabupaten di Sulbar. Layanan tersebut mencakup 565 titik pendidikan, 72 kantor pemerintahan, 19 fasilitas kesehatan, dan 3 rumah ibadah.
Rinciannya, Kabupaten Majene 46 lokasi, Mamasa 34, Mamuju 112, Mamuju Tengah 170, Pasangkayu 51, dan Polewali Mandar 259 lokasi. Selain itu, 46 BTS baru juga disiapkan, termasuk tiga BTS 4G di Kabupaten Mamuju Tengah yang sudah terealisasi pada tahap awal.
Untuk 2026, BAKTI menargetkan penambahan 161 titik layanan publik. Sebarannya meliputi Kabupaten Majene 11 lokasi, Mamasa 54, Mamuju 43, Mamuju Tengah 20, Pasangkayu 18, dan Polewali Mandar 15 lokasi.
Fasilitas yang akan diperkuat terdiri atas 58 titik pendidikan, 83 kantor pemerintahan, 17 fasilitas kesehatan, 2 rumah ibadah, dan 2 lokasi wisata.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana, Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, Kepala Dinas Perpustakaan Daerah dan Kearsipan, Mustari Mula, serta Tenaga Ahli Gubernur Bidang Kerja Sama Antar Lembaga, Hajrul Malik.
Kerja sama Pemprov Sulbar dan BAKTI Kominfo diharapkan dapat mempercepat pemerataan infrastruktur telekomunikasi sehingga masyarakat semakin mudah mengakses pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, serta peluang ekonomi digital.(*)
