PAREPARE – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat mendesak percepatan penanganan Jaringan Daerah Irigasi (D.I.) Paku yang rusak parah akibat abrasi.
Desakan itu disampaikan dalam Sidang Komisi Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai Saddang di Kota Parepare, Kamis (11/9/2025).
Mewakili Kepala Bapperida Sulbar, Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Arjanto menegaskan kondisi D.I. Paku kian kritis sehingga membutuhkan intervensi segera.
“Irigasi D.I. Paku mengalami kerusakan serius akibat abrasi yang terus berlangsung dari tahun ke tahun. Namun belum tertangani karena berada di luar kewenangan instansi lokal Sulbar,” ujar Arjanto.
Meski terletak di wilayah administrasi Sulbar, jaringan irigasi tersebut masuk dalam kewenangan Daerah Aliran Sungai (DAS) Saddang. Hal ini membuatnya tidak bisa ditangani Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V Mamuju, Dinas PUPR Sulbar, maupun Dinas PUPR Kabupaten Polewali Mandar.
Dalam sidang, para peserta merekomendasikan peningkatan pemeliharaan jaringan irigasi dan percepatan pembangunan saluran utama D.I. Paku agar dapat ditangani Balai Besar WS Pompengan Jeneberang selaku instansi berwenang.
Kepala Bapperida Sulbar Junda Maulana menegaskan keberlanjutan fungsi irigasi ini sangat penting bagi ketahanan pangan.
“Jaringan irigasi D.I. Paku merupakan infrastruktur vital bagi masyarakat Sulbar. Namun, kondisi yang terus tergerus abrasi perlu perhatian serius,” kata Junda.
Ia berharap rekomendasi hasil sidang segera ditindaklanjuti, sejalan dengan visi-misi Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga yang menempatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani sebagai prioritas pembangunan.
Sidang TKPSDA ini diikuti 40 peserta dari unsur pemerintah dan non-pemerintah, mulai dari Bapperida Sulbar, Bapelitbangda Sulsel, Balai Besar WS Pompengan Jeneberang, Dinas SDA-CK-TR Sulsel, hingga perwakilan petani pemakai air (P3A) dan lembaga peduli lingkungan dari Sulbar dan Sulsel.
Bapperida Sulbar optimistis percepatan penanganan jaringan irigasi D.I. Paku dapat segera terwujud, sehingga produktivitas pertanian meningkat dan kesejahteraan petani lebih terjamin.(*)
