Polman – Akademisi kampus Unasman Provinsi Sulawesi Barat, Abdul Hakim Pariwalino, buka suara tentang hasil survei bakal calon, yang bermunculan jelang Pilkada 2024.
“Saya menganggap bahwa lembaga survei tidak fair kepada publik,” ucap Abdul Hakim, saat menyampaikan tanggapannya di acara rilis hasil survei Pilkada Polman yang digelar Partai Gelora di Wonomulyo, Rabu, 05/06/24.
Ia menilai, lembaga survei dalam melakukan proses survei bakal calon baik Pilkada maupun Pemilu tidak mewakili keinginan masyarakat, pasalnya materi yang dipersentasikan adalah hasil persepsi bukan murni pilihan publik.
“Siapa bilang itu pilihan publik, itu adalah persepsi publik atas orang-orang yang disodorkan oleh lembaga survei,” ungkapnya.
Hakim memimpikan, adanya lembaga survei yang bertanya ke publik tentang siapa figur yang diinginkan oleh masyarakat itu sendiri.
“Tidak ada dari lembaga survei manapun yang bertanya, kalau ada calon lain siapa yang akan anda pilih, tanpa menyodorkan nama,” ujarnya.
Sehingganya atas dasar itu, ia menilai jika ada masyarakat yang berpandangan tujuan dari lembaga survei adalah untuk menggiring opini publik, maka anggapan tersebut tak bisa disalahkan.
“Karena, memang kita (lembaga survei) yang memberikan calon, kita simulasi semua calon, tapi kita tidak pernah bertanya kepada publik, apakah calon yang sodorkan itu adalah yang benar-benar mereka harapkan,” tukasnya.
Olehnya itu, ia meminta agar lembaga survei betul-betul berlaku fair ke publik, dalam melaksanakan proses survei bakal calon.
“Jangan menjadikan mereka (publik) sebagai objek,” tutup dosen ilmu politik kampus Unasman itu.(Mp)
