Polman – editorial9 – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia cabang Polewali Mandar (PMII Polman), menggelar acara halal bi halal, temu kader dan alumni.
Kegiatan dalam rangka peringatan Hari Lahir (Harlah) PMII ke-63 tahun itu, dilaksanakan di Aula Gedung Gadis Polewali, Kamis, 11/05/23.
Ketua PC.PMII Polman, Hirma, mengaku bersyukur lantaran agenda Harlah ke-63 yang dirangkaikan dengan temu kader dan halal bi halal yang menjadi ajang silaturahim antar kader dan alumni dapat terlaksana.
“Alhamdulillah, tentunya kami selaku pengurus cabang bersyukur karena agenda yang dilaksanakan hari ini, bisa berjalan dengan lancar walaupun didalamnya masih banyak kekurangan,” ucap Hirma.
Ia berharap, di usia ke-63 tahun, PMII tentunya semakin eksis dan kader-kader kedepannya lebih responsif terhadap issu. sektoral.
“Dan, paling penting juga melihat tantangan zaman saat ini yang semakin mengglobal maka pentingnya peningkatan kapasitas dan kapabilitas kader PMII,” ujarnya.
Kata Hirma, sebagaimana amanat Ketua Umum PB.PMII Gus Abe, terdapat beberapa hal paling pokok yang harus dimiliki kader PMII saat ini, yaitu kecakapan literasi dan IT.
“Hal inilah, yang selalu ditekankan pada kader-kader PMII, agar tidak menjadi kader yang tertinggal. Artinya, di fase modern ini kader-kader tetap mempertahankan nilai-nilai kebudayaan serta nilai-nilai keagamaan,” bebernya.
Sementara itu, perwakilan Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Polman, Busyra Baharuddin, mengapresiasi agenda yang dilaksanakan oleh jajaran pengurus PMII Cabang Polman.
“Halal bi halal ini hanya ada di Indonesia, sehingga menjadi kewajiban kader PMII untuk mempertahankan tradisi-tradisi keagamaan yang ada di Indonesia itu sendiri,” ungkap Busyra.
Ia mengungkapkan, salah satu peluang sekaligus tantangan yang akan dihadapi PMII kedepannya, adalah bonus demografi, yang akan diwarnai mayoritas usia muda.
“Saya percaya betul, dengan keberadaan dan keaktifan PMII bonus demografi itu akan menjadi peluang bagi kader PMII di Kabupaten Polman,” ujarnya.
Ia berharap, kader PMII di Kabupaten Polman, menjadi kader yang profesional, dalam rangka menghadapi bonus demografi itu.
“Profesional yang saya maksud adalah jadilah kader-kader yang ahli di bidangnya masing-masing,” tukasnya.
Ketua PC Ansor Kabupaten Polman itu, juga berharap agar kader PMII di Bumi Tipalayo memiliki kecakapan di bidang Ilmu Tekhnologi (IT).
“Sebagaimana kita ketahui, kedepannya bahkan saat ini semua telah serba digitalisasi. Sehingga, kader PMII dituntut untuk tidak gagal teknologi,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, sebagai upaya menjawab tantangan bonus demografi, kader PMII juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja.
“Jangan lagi, ada yang berfikir bagaimana mencari pekerjaan. Sehingga, kader dan alumni PMII diharapkan dapat menjadi wirausaha,” tutupnya.
Untuk diketahui, hadir dalam kegiatan ini, perwakilan Bupati Polman, perwakilan PCNU Polman, Imam Masjid Syuhada Polman, Dandim, Polres Polman, serta jajaran pengurus OKP se Kabupaten Polman.(Mp)
