Site iconSite icon Editorial9.com

Kadis Kominfo Sulbar Beberkan Lompatan Digital di Best HC Awards 2026

MAMUJU – Kadis Kominfo Sulbar Muhammad Ridwan Djafar, memaparkan langkah percepatan transformasi digital Sulawesi Barat dalam ajang Best HC Awards 2026, Selasa (19/5/2026). Di hadapan dewan juri, Ridwan menegaskan target besar Pemprov mewujudkan satu platform layanan terintegrasi bertajuk Sulbar Digital.

Ridwan tampil mewakili Pemprov Sulbar dalam sesi penjurian virtual. Ia memaparkan perjalanan transformasi digital daerah, mulai dari penguatan regulasi hingga pembangunan sistem pemerintahan berbasis elektronik yang menghubungkan enam kabupaten di Sulbar.

Menurut Ridwan, transformasi digital menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Suhardi Duka. Program tersebut diarahkan untuk mengintegrasikan seluruh layanan pemerintah dan masyarakat dalam satu ekosistem digital.

“Jadi harapan pak gubernur itu bisa disatukan dalam satu platform bersama yang disebut Sulbar Digital. termasuk layanan pemerintah maupun masyarakat,” ucap Ridwan.

Ia menjelaskan, langkah awal yang ditempuh yakni memperkuat regulasi sebagai fondasi penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Setelah itu, pemerintah membangun infrastruktur jaringan antar-gedung yang terkoneksi lintas wilayah.

Penguatan sistem juga dibarengi pembenahan sumber daya manusia. Di bawah koordinasi Junda Maulana, dibentuk tim khusus yang menangani jaringan, aplikasi, multimedia, serta pendamping SPBE di setiap OPD.

Ridwan menyebut strategi tersebut difokuskan pada tiga sektor utama, yakni restrukturisasi organisasi, peningkatan kompetensi aparatur, dan penataan digitalisasi sebagai arsitektur birokrasi.

Di sektor ekonomi, digitalisasi mulai diarahkan hingga tingkat desa. Sistem data terpadu disiapkan untuk mendukung potensi pertanian, perkebunan, dan kelautan yang menjadi andalan Sulbar.

Meski begitu, tantangan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah. Sejumlah wilayah di Sulbar masih belum terjangkau jaringan internet.

”Kami masih ada 12 persen daerah blankspot,” ungkapnya.

Ridwan mengungkapkan, transformasi digital mulai menunjukkan hasil. Sebanyak 12 ribu personel Pemprov Sulbar telah menjalani pengukuran kompetensi digital dengan kategori baik. Selain itu, kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital juga melahirkan pelatihan untuk 504 ASN melalui Government Transformation Academy hingga Digital Leadership Academy.

Seluruh materi dan pengetahuan digitalisasi kini telah dihimpun dalam repositori yang bisa diakses publik. Upaya itu, kata Ridwan, berdampak pada peningkatan indeks SPBE daerah.

Di akhir pemaparan, Ridwan menekankan keberhasilan transformasi digital tidak semata bergantung pada teknologi, tetapi kesiapan sumber daya manusia yang menjalankannya.

“Kami terus berkoordinasi dengan kabupaten dengan menekankan pada pembangunan SDM, anggaran besar tidak akan banyak berpengaruh kalau SDM tidak siap, khususnya internal pemerintah, human capital menjadi kunci optimalisasi pelayanan publik, “ pungkasnya.(*)

Exit mobile version