Site iconSite icon Editorial9.com

Kapolda Sulbar: Ramadhan Saatnya Polisi Perbanyak Kebaikan

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Barat Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta menyampaikan arahan kepada personel saat memimpin apel pagi di Lapangan Tribrata Mapolda Sulbar, Mamuju, Senin (23/2/2026), mengajak anggota memaknai bulan suci Ramadhan dengan meningkatkan integritas, disiplin, dan pelayanan kepada masyarakat. Dok. Humas Polda Sulawesi Barat.

MAMUJU – Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Barat, Adi Deriyan Jayamarta, mengajak seluruh personel memaksimalkan momentum bulan suci Ramadhan dengan memperbanyak amal kebaikan dan meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan Kapolda saat memimpin apel pagi di Lapangan Tribrata Mapolda Sulbar, Senin (23/2/2026). Ia menegaskan Ramadhan merupakan bulan istimewa karena setiap amal ibadah dan doa dilipatgandakan pahalanya.

“Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperbaiki diri. Gunakan momentum ini untuk memperbanyak kebaikan, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri,” kata Kapolda.

Menurut Kapolda, kemampuan membedakan perbuatan baik dan buruk merupakan tanda seseorang berada di jalan yang benar. Namun, jika masih ragu, ia meminta personel segera melakukan introspeksi diri agar tidak terjerumus pada tindakan yang merugikan diri sendiri maupun institusi.

Dalam arahannya, Kapolda juga menyinggung pesan Presiden Republik Indonesia yang disampaikan dalam Rapat Pimpinan TNI-Polri. Presiden, kata dia, menekankan agar Polri benar-benar hadir sebagai “polisi rakyat” yang selalu dibutuhkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Polisi harus hadir di tengah masyarakat, memberi rasa aman, melayani dengan tulus, dan menjadi solusi atas setiap persoalan warga,” ujarnya.

Kapolda pun mengapresiasi kinerja personel Polda Sulbar yang selama ini telah menjalankan tugas dengan baik, mulai dari pengaturan lalu lintas, patroli kamtibmas, hingga pelayanan publik. Menurutnya, hal tersebut merupakan cerminan nyata dari konsep polisi rakyat yang harus terus dijaga.

Ia mengingatkan seluruh personel agar tidak terlena dengan jabatan dan kewenangan yang dimiliki. Semua amanah, kata Kapolda, merupakan titipan Tuhan yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

“Setiap tindakan ada konsekuensinya. Kebaikan akan dibalas kebaikan, keburukan pasti ada balasannya. Jabatan jangan disalahgunakan, karena itu justru akan menjadi sumber masalah,” tegasnya.

Menutup arahannya, Kapolda mengajak seluruh personel untuk menghadapi tantangan tugas dengan kesabaran, ikhtiar maksimal, serta memperkuat doa kepada Allah SWT.

“Jalani tugas dengan hati yang bersih, niat yang lurus, dan tanggung jawab penuh. Ramadhan harus menjadi momentum lahirnya polisi yang lebih humanis, berintegritas, dan dicintai masyarakat,” pungkasnya.(*)

Exit mobile version