Site iconSite icon Editorial9.com

Karhutla Dipadamkan Usai 8 Jam, Api Hanguskan Hutan di Sumare

MAMUJU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Dusun Lambagu, Desa Sumare, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (28/5/2026) malam. Tim gabungan berjibaku memadamkan api selama kurang lebih 8 jam.

Kebakaran diduga dipicu musim kemarau panjang yang menyebabkan vegetasi hutan mengering dan mudah terbakar. Api dilaporkan mulai membesar di area belakang rumah warga sekitar pukul 18.00 Wita.

Laporan masyarakat itu langsung direspons Tim 2 Pemadam Kebakaran Provinsi Sulawesi Barat yang bergerak menuju lokasi kejadian.

Respons cepat tersebut disebut sebagai bentuk komitmen pelayanan kepada masyarakat sesuai arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka.

Setibanya di lokasi, petugas langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa dan tim gabungan lainnya. Proses pemadaman berlangsung sulit karena titik api berada sekitar 1 kilometer dari akses kendaraan dan hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki melewati medan terjal.

Pemadaman melibatkan 1 unit armada Damkar Provinsi dengan 4 personel, 1 unit Damkar Kabupaten Mamuju dengan 5 personel, armada tangki BPBD Provinsi dan Kabupaten, Balai Darkarhut Provinsi, pemerintah setempat hingga warga sekitar.

Tim gabungan bersama masyarakat akhirnya berhasil melokalisir api setelah berjibaku selama sekitar 8 jam. Api sepenuhnya padam pada Jumat (29/5) sekitar pukul 02.00 Wita.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Setelah kondisi dinyatakan aman, petugas kembali ke posko utama.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Andi Juandi, mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Sulbar untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apapun. Jika menemukan tanda-tanda kebakaran, segera melaporkan kepada pihak yang berwenang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Damkar Sulbar, Aksan Amrullah, meminta masyarakat aktif mengantisipasi potensi karhutla di lingkungan masing-masing.

Pemerintah berharap peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan demi menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah kerusakan ekosistem hutan.(*)

Exit mobile version