Mamuju – Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Sulawesi Barat, Mohammad Ali Chandra, mulai bergerak cepat di pekan kedua masa jabatannya. Ia melakukan monitoring dan evaluasi ke Bidang Perencanaan Pendapatan dan Teknologi Informasi (P2IT) pada Senin (28/7/2025) pagi.
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat koordinasi internal sekaligus mendorong pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang akuntabel dan modern.
“Pengembangan pajak daerah harus dimulai dengan kajian menyeluruh terhadap target PAD yang ingin dicapai. Semua proses juga harus terdokumentasi rapi sebagai dasar pertanggungjawaban,” tegas Ali Chandra dalam arahannya.
Ia menyebut, kolaborasi dan dokumentasi kerja yang sistematis adalah kunci dalam membangun sistem pengelolaan PAD yang lebih kuat dan berbasis data. Menurutnya, transformasi pengelolaan PAD perlu didukung oleh teknologi informasi serta SDM yang kompeten.
Dalam kunjungan itu, Kepala BPKPD disambut langsung oleh Kepala Bidang P2IT, Faika Kadriana Ishak, bersama jajaran eselon IV, ASN, dan non-ASN. Faika memaparkan berbagai inovasi sistem informasi serta tantangan yang dihadapi bidangnya, terutama dalam hal pengumpulan dan pengembangan data PAD.
“Kami menyambut baik evaluasi langsung dari pimpinan. Ini menjadi motivasi untuk terus memperkuat data dan sistem agar perencanaan PAD lebih tepat sasaran dan sesuai kondisi lapangan,” ujar Faika.
Ali Chandra juga menyinggung penguatan Pajak Air Permukaan (PAP). Ia menyebut ada dua langkah strategis: membangun koordinasi lintas sektor dengan Balai Sungai terkait Himpunan Data Air Permukaan (HDAP) dan melakukan uji petik untuk memverifikasi langsung penggunaan air di lapangan.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris BPKPD Sulbar, Fahri Yusuf, yang memberikan dukungan terhadap langkah cepat Kepala BPKPD.
Dengan semangat kolaboratif, Chandra berharap seluruh bidang di BPKPD dapat bersinergi untuk meningkatkan PAD secara berkelanjutan demi mendukung pembangunan Provinsi Sulawesi Barat.
