Site iconSite icon Editorial9.com

Ketua KPID Sulbar Dorong Pemuda Sadar Literasi Digital

Ketua KPID Sulbar, Mu'min, saat menjadi pembicara diacara pengembangan literasi digital terhadap masyarakat dalam rangka antisipasi dini dan cegah dini terhadap dampak teknologi dan informasi menjelang Pemilu dan Pilkada 2024 yang digelar Kesbangpol Sulbar, di Polman, 16/03/23.(Dok :Humas KPID Sulbar)

Polman – editorial9 – Ketua KPID Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Mu’min, mengajak pemuda di Kabupaten Polman, untuk menyadari pentingnya literasi digital disaat sekarang ini.

Menurutnya, literasi digital merupakan hal yang penting bagi masyarakat khususnya generasi muda, pasalnya sekarang ini hampir semua aspek kehidupan, telah beririsan dengan media digital.

“Oleh karenanya, perlu adanya ruang-ruang literasi untuk mengoptimalisasi konten-konten media digital, dalam membangun masyarakat yang cerdas guna memberangus dan menangkal gelombang hoax yang kadang tak terbendung membanjiri media digital saat ini,” ucap Mu’min, saat menjadi pembicara diacara pengembangan literasi digital terhadap masyarakat dalam rangka antisipasi dini dan cegah dini terhadap dampak teknologi dan informasi menjelang Pemilu dan Pilkada 2024 yang digelar Kesbangpol Sulbar, di Polman, 16/03/23.

Selain itu ia menambahkan, berdasarkan data tahun 2019 lalu, penyebaran informasi bohong yang disengaja di urutan pertama dengan presentase sekitar 88 %, berita menghasut 49 %, berita tak akurat 61 % dan lain sebagainya.

“Mengacu pada uraian tersebut, tentu kita sangat prihatin bagaimana berita hoax begitu mudah masuk disemua elemen masyarakat, apalagi jelang Pemilu dan Pilkada 2024, dipastikan eskalasi informasi atau berita hoax tentang perhelatan pesta demokrasi lima tahunan kita, semakin meningkat,” tambahnya.

Oleh sebab itu, kata Mu’min, KPID sebagai lembaga yang gencar melawan hoax, akan terus hadir untuk memberikan literasi media digital bersama dengan lembaga penyiaran, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, secara bersama-sama berupaya semaksimal mungkin untuk mengedukasi masyarakat.

“Agar tidak mudah percaya dengan informasi yang keluar yang tidak jelas sumbernya,” katanya.

Mantan aktivis PB HMI itu, juga mengingatkan masyarakat, agar tidak mudah dalam membagikan informasi di Media Sosial (Medsos) sebelum menganalisa sumbernya.

“Saring sebelum sharing, lakukan tracking apakah sumbernya terpercaya atau tidak, dengan demikian informasi yang yang diduga memiliki unsur hoax, dengan sendirinya akan berhenti pada satu titik dan tidak menjadi informasi liar yang justru dapat meresahkan masyarakat luas,” tutupnya.(Rls)

Exit mobile version