Site iconSite icon Editorial9.com

KI Sulbar Harap Seleksi Sekda Polman Jadi Role Model Transparansi Jabatan Publik

Jajaran Komisioner KI Sulbar, periode 2025-2029.(Dok : Humas Pemprov Sulbar)

Sulbar – Komisi Informasi (KI) Provinsi Sulawesi Barat memberikan apresiasi terhadap kinerja Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dalam proses seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

Ketua KI Sulbar, Muhammad Iqbal, menyampaikan bahwa proses seleksi yang berjalan menunjukkan komitmen terhadap prinsip keterbukaan dan akuntabilitas publik.

“Kami menilai kinerja Pansel cukup terbuka dan profesional. Ini penting agar masyarakat dapat ikut mengawasi dan memberikan kepercayaan terhadap proses seleksi pejabat publik,” ucap Iqbal saat dikonfirmasi Rabu 06/08/25.

Ia menjelaskan bahwa keterbukaan informasi dalam seleksi pejabat tinggi seperti Sekda merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Seleksi terbuka seperti ini adalah bentuk pertanggungjawaban moral dan administratif kepada masyarakat. Kami harap ini menjadi contoh bagi proses seleksi jabatan publik lainnya di Sulbar,” ujar Iqbal.

Senada dengan itu, Komisioner KI Sulbar, M. Danial, menyampaikan bahwa pihaknya mengapresiasi kinerja Pansel yang telah menyelesaikan seluruh tahapan seleksi dan menetapkan tiga besar calon Sekda Polman yang telah diserahkan kepada Bupati.

Menurut Danial, proses tersebut merupakan bagian dari mekanisme terbuka dalam pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Namun demikian, kata Danial, penting bagi setiap tahapan seleksi untuk disertai keterbukaan informasi publik agar akuntabilitas tetap terjaga.

“Masyarakat berhak mengetahui indikator dan kriteria yang digunakan dalam penilaian masing-masing calon, sepanjang tidak melanggar hak pribadi yang dilindungi undang-undang,” ujarnya.

KI Sulbar juga mendorong agar informasi resmi terkait hasil seleksi dapat diakses melalui kanal resmi Pemerintah Kabupaten Polman guna mencegah spekulasi publik.

Selain itu, seluruh dokumen dalam proses seleksi perlu terdokumentasi dengan baik dan tersedia bagi masyarakat yang ingin mengaksesnya sesuai mekanisme permohonan informasi publik sebagaimana diatur dalam UU Keterbukaan Informasi Publik.

KI Sulbar berharap Bupati Polman dalam menetapkan satu nama dari tiga besar calon yang diterima dari Pansel mempertimbangkan prinsip meritokrasi, integritas, dan kompetensi.

“Kami juga mendorong adanya ruang komunikasi publik agar proses pengisian jabatan Sekda, dapat dipercaya dan legitimasinya semakin kuat di mata masyarakat,” ujar Danial.

KI Sulbar mengimbau agar praktik transparansi yang telah diterapkan Pansel Sekda Polman, menjadi contoh dalam pelaksanaan seleksi jabatan publik lainnya.

Diketahui, Pansel Calon Sekda Polman telah mengumumkan tiga besar nama yang lolos seleksi secara terbuka melalui kanal resmi Pemerintah Kabupaten Polman.(Mp)

Exit mobile version