Site iconSite icon Editorial9.com

Kiyai Syibli Beberkan Alasan Maju DPR-RI

Ketua DPW PKB Sulbar, KH.Muhammad Syibli Sahabuddin.

Sulbar – editorial9 – Ketua DPW PKB Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), KH. Muhammad Syibli Sahabuddin, membeberkan alasannya maju sebagai Caleg DPR-RI di Pemilu 2024 mendatang.

Hal itu diutarakan, saat menghadiri acara silaturrahmi dan peluncuran mobil ambulance PKB Sulbar di Desa Mombi, Kecamatan Alu, Kabupaten Polman, Minggu,17/09/23.

Menurutnya, alasan ulama memilih terjun ke dunia politik adalah menolak lahirnya Undang-Undang (UU), yang berpotensi mengancam harkat martabat budaya bangsa.

“Itulah salah satu alasan saya, kenapa memutuskan terjun ke politik dan bertarung ke senayan,” ucap Kiyai Syibli.

Ia menambahkan, saat ini ada sekitar 17 negara di dunia yang telah melegalkan pernikahan sesama jenis, sesama laki-laki dan sesama perempuan.

“Sehingga sangat berbahaya jika hal itu terjadi di negara kita,” ucap Kiyai Syibli.

Kata Kiyai Syibli, gerakan pernikahan sesama jenis mulai gencar diwacanakan Indonesia. Ada yang membentuk komunitas-komunitas baik secara terbuka dan secara diam-diam.

“Gerakan seperti ini mulai marak di Indonesia, jika orang-orang yang lolos ke DPR RI adalah mayoritas yang tidak mengerti agama, mereka bisa saja meloloskan pernikahan sesama jenis tersebut,” urainya.

“Serta undang-undang berpaham liberal lainnya yang tidak sesuai agama dan adat istiadat masyarakat Indonesia,” sambung mantan Anggota DPD-RI itu.

Di tempat yang sama, salah seorang warga setempat Usman, menyambut baik serta mendukung niatan Ketua Yayasan Al Asy’ariah Mandar itu, maju di Pileg 2024.

“Penting kiranya memang, jika orang-orang yang mengerti agama berbagi tugas, ada yang masuk ke pemerintahan, ada yang bergerak di luar pemerintahan,” ujar Usman.

Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa pernikahan sesama jenis memang berbahaya, itu ancaman bagi generasi muda Indonesia.

“Saya kira, yang paling paham agama adalah para ulama untuk melawan gerakan itu dari dalam pemerintahan, doa kami menyertai perjuangan annangguru (Kiyai Syibli),” tutupnya.(*)

Exit mobile version