Mamuju – editorial9 – Penerapan kurikulum merdeka oleh pemerintah pusat melalui Kemendikbud Ristek, mendapat tanggapan dari Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi.
Sutinah menilai kurikulum tersebut merupakan sebuah tantangan, lantaran bukan tidak mungkin akan ada sekolah yang justru tertinggal jauh kebelakang, jika tidak didorong dengan kesungguhan para Kepala Sekolah (Kasek) dan guru dalam melakukan inovasi.
“Oleh sebab itu, diharapkan para kepala sekolah lebih memacu kreatifitas masing-masing, demi pengembangan mutu pendidikan di Kabupaten Mamuju,” ucap Sutinah, saat menghadiri Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP di SMP 3 Mamuju, Senin,28/06/22.
Selain itu, ia juga menilai kurikulum tersebut akan lebih fleksibel dan memberi peluang besar terhadap pengembangan pendidikan di tiap sekolah, sebab ruang kreatifitas para tenaga pendidikan telah begitu terbuka.
“Sehingga standar penilaian tidak lagi disamaratakan, namun lebih kepada aspek inovasi dari masing-masing sekolah,” ungkapnya.
Turut hadir dalam agenda MKKS itu, Kadis Dikpora Kabupaten Mamuju, Jalaluddin Duka dan Kepala balai guru penggerak Provinsi Sulawesi Barat, Erfan Agus Munif.(Humas Pemkab Mamuju/Mp)
