POLMAN, editorial9.com – Lahan perkebunan sagu seluas sekitar 25 are di Desa Bonra, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, terbakar pada Minggu (2/8/2026). Kebakaran diduga dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh seseorang saat melakukan aktivitas menyetrum ikan di sekitar lokasi.
Laporan kebakaran, diterima Posko UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polman pada pukul 12.47 Wita. Regu C Damkar kemudian bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan dua unit armada, masing-masing dari Pos Induk Polewali dan Pos Wonomulyo.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 13.07 Wita atau 20 menit setelah laporan diterima. Namun, proses pemadaman terkendala karena mobil pemadam tidak dapat menjangkau titik api akibat akses jalan yang sempit serta kondisi lahan yang berpetak-petak.
Kepala UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polman, Imran, mengatakan personelnya bersama TNI, Polri, aparat desa, dan warga harus mengangkut mesin pompa air portable (Alkon), selang, serta nozzle secara manual menuju lokasi kebakaran.
“Kami dari UPTD Pemadam kebakaran Polewali Mandar, bersama TNI dan Polri telah melakukan proses pendinginan. Teknik pemadaman kami lakukan menggunakan pompa air Alkon karena unit mobil dan suplai air tidak mampu menjangkau lokasi kebakaran,” kata Imran, Minggu, 02/08/26
Imran mengatakan, kolaborasi seluruh unsur di lapangan menjadi kunci keberhasilan mengendalikan api sebelum merembet ke lahan lainnya. Personel Damkar, TNI, Polri, aparat desa, dan warga bergotong royong membentangkan selang serta mengoperasikan pompa air hingga api berhasil dipadamkan.
“Terima kasih kepada warga serta TNI dan Polri, yang telah bersama-sama melakukan proses pemadaman di wilayah Mapilli. Berkat kerja sama semua pihak, api berhasil dikendalikan dan proses pendinginan dapat diselesaikan,” ujarnya.
Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar 120 menit. Api akhirnya dinyatakan padam total pada pukul 15.10 Wita.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, lahan sagu seluas sekitar 25 are mengalami kerusakan dengan kerugian materi diperkirakan mencapai jutaan rupiah.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, penyebab kebakaran diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh seseorang saat menyetrum ikan di sekitar lokasi. Meski begitu, penyebab pasti masih menunggu hasil pendalaman petugas.
“Berdasarkan hasil pendataan sementara, kebakaran diduga dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh oknum warga saat melakukan aktivitas menyetrum ikan di sekitar lokasi. Dugaan tersebut, masih berdasarkan temuan awal petugas di lapangan,” tutur Imran.(*)
