Mamuju – editorial9 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju, melaunching program bantuan pangan untuk anak stunting.
Agenda yang dihadiri langsung Bupati Sutinah Suhardi, itu dipusatkan di Taman Karema, Kabupaten Mamuju, Selasa, 11/04/23.
Sutinah berharap, berharap dengan adanya program tersebut angka stunting dapat ditekan, mengingat Kabupaten Mamuju saat ini berada di urutan ke empat tertinggi.
“Kita optimis, karena dengan program ini akan menarik minat para ibu, untuk datang ke posyandu. Karena, memang kita akan berikan di Posyandu,”, ucap Sutinah, saat dikonfirmasi awak media.
Selain itu ia menambahkan, bahwa selama ini minat para ibu khususnya di Mamuju untuk datang ke Posyandu memeriksakan anaknya.
“Sehingga, dengan adanya pemberian bantuan ini selama tiga bulan, kita berharap partisipasi Ibu-ibu datang ke Posyandu semakin meningkat,” tambahnya.
Sutinah menilai, salah satu penyebab tingginya angka stunting di Kabupaten Mamuju, lantaran kurangnya minat masyarakat ke Posyandu memeriksakan kondisi anaknya.
“Karena orang tua yang jarang memeriksakan anaknya, tentu tidak akan mendapatkan informasi tentang kesehatan anaknya,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, program dinas ketahanan pangan tersebut, dilaksanakan sebagai bukti keseriusan Pemkab Mamuju, dalam mengatasi masalah stunting.
“Bentuk bantuan, berupa beras, telur, kacang hijau yang memang mempunyai gizi tinggi, itu yang akan kita berikan kepada para orang tua, untuk anaknya,” tutupnya.
Sementara itu, Kadis ketahanan pangan Kabupaten Mamuju, Lukman Sanusi, dalam sambutannya, menuturkan terdapat sekitar 5346 anak berisiko stunting di Bumi Manakarra.
“Dan hari ini kita akan menyalurkan bantuan pangan untuk 1900 orang anak. Kita menyasar anak yang termasuk ke dalam tiga kriteria, yakni anak stunting, gizi buruk, serta failure to thrive atau gagal tumbuh,” tutur Lukman.(Mp)
