Site iconSite icon Editorial9.com

Longsor di Mamasa, 10 KK Terancam

Kondisi tanah longsor di Dusun Salukatambi, Desa Penatangan, Kecamatan Buntumalangka, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, akibat curah hujan tinggi yang menggerus pekarangan warga dan mengancam sekitar 10 kepala keluarga. Dok. Humas Pemprov Sulbar.

MAMASA – Tanah longsor terjadi di Dusun Salukatambi, Desa Penatangan, Kecamatan Buntumalangka, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Akibat kejadian tersebut, sekitar 10 kepala keluarga (KK) terancam terdampak karena pekarangan rumah mereka terbawa material longsoran.

Bencana longsor itu terjadi pada Jumat (12/12/2025) sekitar pukul 16.00 Wita dan baru dilaporkan ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Barat pada Sabtu (13/12/2025) pukul 22.00 Wita.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mamasa, Gusti Harmiawan, mengatakan longsor dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut secara terus-menerus. Kondisi itu menyebabkan struktur tanah menjadi labil dan mudah bergerak.

“Material longsoran menggerus pekarangan warga. Dari hasil pendataan Tim Reaksi Cepat BPBD Mamasa, sekitar 10 KK kini terancam karena rumah mereka berada dekat dengan titik longsor,” kata Gusti dalam keterangannya, Sabtu malam.

Meski demikian, Gusti memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka akibat peristiwa tersebut. Hingga saat ini, petugas masih melakukan pemantauan di lokasi untuk mengantisipasi potensi longsor susulan.

Sebagai langkah penanganan, BPBD Kabupaten Mamasa telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sulawesi Barat, TNI, Polri, serta pemerintah kecamatan dan desa setempat. Koordinasi dilakukan untuk penanganan darurat sekaligus memastikan keselamatan warga.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menyampaikan pihaknya terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran BPBD agar meningkatkan kesiapsiagaan.

“Sesuai arahan Gubernur Sulawesi Barat, Bapak Suhardi Duka, kami meminta seluruh jajaran BPBD memperkuat koordinasi lintas sektor dan mengutamakan keselamatan masyarakat dalam penanganan bencana,” ujar Yasir.

BPBD mengimbau warga yang bermukim di daerah rawan longsor untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras, serta segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah.

Exit mobile version