Jakarta – editorial9 – Masyarakat di Provinsi Bali, dipastikan siap menyambut dan mensukseskan KTT G20, yang akan digelar 15-16 November 2022.
Hal itu disampaikan oleh Kadis Komunikasi, Informatika dan Statistik Pemprov Bali, Gede Pramana, saat jumpa pers #G20Updates bertema “Kesiapan Pulau Dewata Sukseskan KTT G20″ yang dilaksanakan secara virtual, Selasa, 14/11/22.
“Masyarakat setempat begitu antusias menyambut tamu, menyukseskan acara, sampai dengan memanfaatkan peluang yang tercipta dari gelaran internasional, khususnya KTT G20,” ucap Gede Pramana.
Selain itu ia menambahkan, sejak sejumlah pertemuan rangkaian Presidensi G20 digelar di beberapa lokasi termasuk di Bali, masyarakat khususnya pelaku ekonomi, telah berbenah.
“Bukan hanya untuk menyambut dan menyukseskan pertemuan, namun juga memanfaatkan berbagai peluang dari gelaran tersebut,” tambahnya.
Ia menjelaskan, bahwa pendukung utama perekonomian Provinsi Bali adalah sektor pariwisata.
“Maka, presidensi G20 Indonesia makin membuka dan memberikan optimisme masyarakat untuk memacu kembali pergerakan ekonominya usai hantaman pandemi COVID19,” jelasnya.
“Masyarakat bergotong royong memberikan layanan terbaik. KTT pada November nanti, yang menjadi puncak rangkaian pertemuan,” sambungnya.
Lanjut Gede Permana, mengatakan bahwa agenda tersebut, akan membuka mata bahwa Bali dan Indonesia secara keseluruhan adalah tempat yang aman untuk ajang kelas dunia.
“Harapannya, pariwisata tumbuh kembali yang dampaknya pasti pada pergerakan ekonomi, bukan hanya daerah tapi juga masyarakat secara individu,” harapnya.
Ia juga memastikan aktivitas masyarakat selama penyelenggaraan KTT, tetap berlangsung seperti biasa. Namun di beberapa wilayah yang berdekatan dengan lokasi pertemuan, diminta untuk melakukannya secara daring.
Misalnya aktivitas pendidikan di beberapa sekolah dan universitas. Universitas Udayana contohnya. Ada di daerah Badung yang dekat dengan lokasi. Sudah diminta untuk perkuliahannya dilakukan secara daring,” bebernya.
Begitu pula dengan kegiatan perkantoran. Pemprov Bali juga telah mengeluarkan edaran selama penyelenggaraan KTT semua kegiatan dilakukan dengan mekanisme Work From Home (WFH).
“Kecuali hotel dan pegawainya. Tentu ini dikecualikan karena memang fungsinya juga untuk mendukung kegiatan,” kata Gede Pramana.
Maka itu, Pemprov Bali pun telah menyiapkan waifi gratis di beberapa lokasi untuk tetap menjamin kegiatan masyarakat berlangsung dengan baik.
“Ada 1.834 titik wifi gratis yang kami siapkan. Ini sudah kami sosialisasikan kepada masyarakat,” katanya.
Gede Pramana juga kembali menyampaikan jika proses renovasi Bandara I Gusti Ngurah Rai, khususnya beberapa ruang VVIP telah dilakukan.
“Begitu pula jalan dari Bandara menuju ke hotel- hotel yang menjadi tempat para delegasi,” terangnya.
Sementara terkait pengamanan, Pemprov Bali dikatakannya bekerja sama dengan pihak TNI dan Kepolisian Daerah Bali untuk memastikan meminimalisir potensi kerusuhan atau hal yang mengganggu kegiatan KTT G20.
“Kami pun melibatkan sistem pengamanan berbasis Desa Adat atau yang kami sebut Sipandu Beradat. Di sini Pecalang akan memegang peranan penting,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bali Tourism Board, Ida Bagus Partha Adnyana, yang dihubungi terpisah, mengakui jika Presidensi G20 Indonesia 2022, dari gelaran side event hingga KTT-nya pada November mendatang, membangun banyak optimisme bahwa dalam waktu yang tidak lama, sector pariwisata Bali dan Indonesia secara keseluruhan, bangkit usai dihantam pandemi COVID-19.
Pertama, katanya, ajang internasional negara-negara G20 tersebut secara ekonomi akan menjadi booster. “Seiring dengan perbaikan penanganan COVID-19, ajang ini membuat kunjungan wisata terjadi kembali. Kita mendapatkan berkah. Terbukti sekarang hotel-hotel mengalami peningkatan kunjungan. Bahkan bisa dikatakan normal,” katanya.
Kedua adalah dengan adanya KTT memberikan image terhadap bahwa Bali sangat layak menggelar eventinternasional dan aman untuk dikunjungi.
“Ini penting juga,” tegasnya.
Ketiga, pembangunan dan perbaikan infrastruktur menjadi faktor penting untuk menunjang sektor pariwisata bergeliat.
“Beberapa pembangunan kan dilakukan khususnya saat Presidensi dimulai. Ini berdampak pada kami juga,” katanya
Namun begitu, hal utama yang memberikan optimisme para pelaku industri pariwisata dikatakan Agung adalah tingkat kunjungan wisatawan nasional maupun internasional.
Bahkan kini, kunjungan tersebut mencapai angka 10 ribu hingga 15 ribu perhari. Jika dibandingkan kondisi sebelum pandemi yang mencapai 30 ribu, artinya saat ini geliat pariwisata di Pulau Dewata sudah menyentuh separuh angka saat kondisi normal.
“Ini membangun semangat kami. Ditambah lagi pemerintah pusat dan daerah yang juga terus membangun komunikasi dan kerja sama dengan kami untuk Bersama-sama menumbuhkan kembali geliat ekonomi khususnya di sektro pariwisata,” pungkasnya.(www.kominfo.go.id)
