Site iconSite icon Editorial9.com

Musim Hujan, Dinkes Sulbar Perketat Antisipasi Malaria dan DBD

Ilustrasi dok google

MAMUJU – Memasuki musim hujan, risiko meningkatnya penyakit yang ditularkan nyamuk seperti malaria dan demam berdarah dengue (DBD) menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Sulbar memperkuat langkah pencegahan dan pengendalian penyakit tular vektor guna melindungi kesehatan masyarakat.

Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Pemprov Sulbar dalam mewujudkan Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera, sebagaimana visi Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga. Dinas Kesehatan, P2KB Sulbar menjalankan berbagai langkah konkret untuk menekan risiko penularan penyakit di musim penghujan.

Sejumlah strategi yang dilakukan antara lain monitoring rutin setiap pekan untuk memastikan efektivitas intervensi, khususnya di wilayah berisiko tinggi.

Selain itu, dilakukan penyelidikan epidemiologi terhadap setiap kasus, tatalaksana pasien, serta peningkatan edukasi masyarakat terkait pencegahan penyakit tular nyamuk.

Entomolog Dinas Kesehatan, P2KB Sulbar, Irwan Adi Putra, mengungkapkan masih terdapat tantangan di lapangan dalam pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian penyakit tersebut.

“Beberapa wilayah masih mengalami keterlambatan pelaksanaan penyelidikan epidemiologi (PE). Pemetaan daerah reseptif dan kepadatan vektor nyamuk juga perlu diperkuat, termasuk peningkatan mutu laboratorium melalui uji silang, penguatan monitoring dan evaluasi program lewat on the job training (OJT), serta surveilans migrasi,” kata Irwan, Minggu (11/1/2026).

Meski demikian, ia menegaskan Dinas Kesehatan, P2KB Sulbar terus mendorong perbaikan sistem surveilans dan penguatan kapasitas petugas kesehatan. Langkah ini dilakukan agar respons terhadap kasus penyakit tular nyamuk dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, P2KB Sulbar, dr Nursyamsi Rahim, mengimbau masyarakat agar ikut berperan aktif dalam upaya pencegahan. Warga diminta menjaga kebersihan lingkungan serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala penyakit yang ditularkan nyamuk.

“Peran masyarakat sangat penting untuk memutus mata rantai penularan, terutama di musim hujan seperti sekarang,” ujarnya.(*)

Exit mobile version