POLMAN – editorial9.com – Seorang lansia bernama Sudirman (65) terseret arus Sungai Lantora di Kelurahan Sulewatang, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Rabu (10/6/2026) malam. Korban sempat berusaha menyelamatkan kandang ayam miliknya sebelum akhirnya jatuh dan terseret arus sungai yang meluap akibat hujan deras.
Peristiwa itu terjadi, saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut hingga membuat debit air Sungai Lantora meningkat dan meluap ke permukiman warga. Rumah korban yang berada di bantaran sungai ikut terdampak arus air.
Saat kejadian, korban melihat kandang ayam miliknya hampir roboh akibat derasnya arus air. Ia kemudian berusaha mendekati kandang tersebut, namun diduga terpeleset hingga jatuh ke aliran sungai dan langsung terseret arus.
Warga yang melihat kejadian itu langsung berteriak meminta pertolongan. Beruntung, korban berhasil dievakuasi warga sekitar di dekat jembatan yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi awal korban terjatuh.
Personel Polsek Polewali, yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian, untuk melakukan pengecekan dan mengumpulkan keterangan di tempat kejadian perkara.
Kapolsek Polewali IPTU Samsul Bahri Subu mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan faktor keselamatan, terutama saat cuaca ekstrem dan potensi banjir meningkat.
“Kami mengingatkan warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai agar tetap waspada dan tidak mengambil risiko yang dapat membahayakan keselamatan diri. Apabila terjadi kondisi darurat, segera meminta bantuan kepada warga sekitar maupun aparat setempat. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Usai dievakuasi, korban langsung dibawa pihak keluarga ke RSUD H.A. Depu Polewali untuk mendapatkan perawatan medis.
Pihak kepolisian juga mengapresiasi kesigapan warga yang membantu proses penyelamatan sehingga korban dapat segera diselamatkan.
Dengan meningkatnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir, warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan luapan sungai yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai.(*)
