Polman – editorial9 – Ketua PCNU Kabupaten Polewali Mandar, Muhammad Arsyad, meminta kepada seluruh organisasi sayap gerakan (Banom) NU, untuk senantiasa menjaga komitmen kebangsaan dan integritas kekaderannya.
Hal itu disampaikan, menyusul adanya pernyataan Menag RI, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) tentang aturan penggunaan pengeras suara di Masjid dan Mushollah beberapa waktu lalu, yang menuai kontroversi, lantaran diplintir oleh segelintir oknum di Media Sosial (Medsos).
“Sangat tidak mungkinlah, Gus Yaqut seorang menteri agama, seorang cucu pendiri NU, yang ingin mempersamakan antara suara adzan dengan suara anjing,. sangat tidak mungkin,” ucap Muhammad Arsyad, di forum pelantikan pengurus PC.GP Ansor Polman, di Auditorium Kampus Unasman, Sabtu,12/03/22.
Olehnya itu, ia meminta kepada seluruh pengurus Banom NU termasuk Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), jika terdapat sesuatu hal yang dianggap penting untuk diklarifikasi, maka sebaiknya langkah tersebut dilakukan.
“Saya biasa berkelakar dimana-mana saya bilang, jika ada senior kita yang salah wajib kita dilindungi, apalagi kalau dia berada diposisi yang benar,” tegasnya.
Selain itu ia mengungkapkan, bahwa meski diplintir sedemikian rupa pernyataan dari Menag tersebut, akan tetapi secara kelembagaan pihaknya sangat menyakini, jika Gus Yaqut tidak akan mungkin mempersamakan antara suara adzan, dengan gonggongan anjing.
“Saya hakkul yakin, beliau (Gus Yaqut) tidak bersalah. Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab penuh para kader, untuk bersama-sama menjaga integritas kekaderan kita dimana pun kita berada dan kapanpun waktunya,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, dengan terjaganya integritas dan komitmen kekaderan seluruh tantangan yang dihadapi saat ini dan di masa yang akan datang, semuanya mampu dihadapi.
“Tantangan apapun itu, Insya Allah semuanya bisa dihadapi dan diatasi,” tutupnya.(Mp)
