Site iconSite icon Editorial9.com

Pelajar SMAN 5 Bekasi Belajar Budaya di Anjungan Sulbar TMII

JAKARTA – Anjungan Provinsi Sulawesi Barat di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menjadi ruang ekspresi budaya sekaligus sarana edukasi bagi pelajar. Dengan jam operasional yang fleksibel dan hampir selalu terbuka setiap hari, anjungan ini berfungsi sebagai etalase budaya bagi masyarakat umum.

Di dalam kawasan tersebut, Rumah Boyang sebagai rumah adat khas Sulawesi Barat menjadi daya tarik utama. Lokasinya berada di area Anjungan Terpadu TMII dan berbatasan langsung dengan Taman Melati, Anjungan Kalimantan Tengah, serta Museum Pemadam Kebakaran.

Pada Sabtu, 2 Mei 2026 yang bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional, Anjungan Provinsi Sulawesi Barat menerima kunjungan dari pelajar SMAN 5 Bekasi. Kunjungan ini bertujuan memperluas wawasan siswa terkait keanekaragaman seni dan budaya daerah.

Dalam kegiatan tersebut, para pelajar memanfaatkan suasana Rumah Boyang sebagai lokasi dokumentasi proyek tugas sekolah bertajuk “Gemuruh di Ujung Fajar”. Proyek itu mengangkat perjalanan sejarah para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

Arsitektur Rumah Boyang dinilai memiliki nuansa historis yang kuat dan menyerupai rumah-rumah pada masa sebelum kemerdekaan. Hal ini membuat para pelajar semakin antusias mempelajari sejarah sekaligus budaya Sulawesi Barat.

Selain itu, siswa juga aktif menggali informasi mengenai potensi pariwisata Sulawesi Barat melalui berbagai display yang tersedia. Beberapa destinasi yang menarik perhatian di antaranya Air Terjun Tamasapi, Pulau Karampuang, Pantai Manakarra di Mamuju, Buntu Liarra di Mamasa, serta Pantai Mampie di Polewali Mandar.

Salah satu pelajar SMAN 5 Bekasi mengungkapkan kesannya selama berkunjung.

“Kami sangat senang bisa berkunjung ke Anjungan Provinsi Sulawesi Barat. Kami banyak mendapatkan pembelajaran/edukasi seni dan budaya Provinsi Sulawesi Barat yang menyenangkan dan mengasikkan, dengan secara langsung mengenal betapa menariknya dan kayanya seni dan budaya yang dimiliki Provinsi Sulawesi Barat, serta pengalaman tentang indahnya pariwisata Provinsi Sulawesi Barat melalui tata display yang disediakan Anjungan Provinsi Sulawesi Barat. Sungguh pengalaman dan pelayanan yang sangat mengesankan, terima kasih,” ucapnya.

Kepala Anjungan Provinsi Sulawesi Barat, Nurul Farasmy, mengatakan promosi seni, budaya, pariwisata, dan kuliner akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Ia menilai edukasi budaya menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan keberagaman daerah kepada masyarakat luas.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan program Pancadaya Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, terutama dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Nurul menambahkan, pengembangan tata display anjungan terus dilakukan dengan dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan kontribusi sejumlah pemerintah kabupaten seperti Polewali Mandar, Majene, dan Mamuju.

“Diharapkan kabupaten lainnya, yaitu Mamasa, Pasangkayu, dan Mamuju Tengah turut berpartisipasi agar representasi budaya dari enam kabupaten di Sulawesi Barat semakin lengkap,” ucap Nurul. (Rls)

Exit mobile version