POLMAN – editorial9 – Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar menggaungkan pentingnya kolaborasi Hexa Helix dalam upaya pelestarian lingkungan pesisir dan pengembangan ekowisata berkelanjutan pada pembukaan Festival Penyu Mampie 2026 di Pantai Mampie, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Rabu, 24 Juni 2026.
Festival yang memasuki tahun ketujuh pelaksanaannya itu resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Bau Akram Dai, yang mewakili Gubernur Sulawesi Barat. Kegiatan berlangsung hingga 28 Juni 2026 dengan mengusung tema “Menjaga Jejak, Mewariskan Samudra.”
Mewakili Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud, Staf Ahli Bupati sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Polewali Mandar, DR. Aco Musaddad HM, membacakan sambutan resmi Bupati di hadapan para tamu undangan, pegiat lingkungan, dan masyarakat pesisir.
Dalam sambutannya, Bupati Polewali Mandar menegaskan bahwa pelestarian penyu dan kawasan pesisir membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat melalui pendekatan kolaboratif yang berkelanjutan.
“Sinergi kolaborasi Hexa Helix menjadi kunci dalam membangun ekosistem pelestarian yang mandiri dan berkelanjutan,” kata Aco Musaddad saat membacakan sambutan Bupati.
Menurutnya, enam unsur yang terdiri atas pemerintah, akademisi, komunitas atau pegiat lingkungan, pelaku usaha, media massa, serta masyarakat lokal harus bergerak bersama untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut.
Selain menekankan pentingnya kolaborasi, Bupati juga mengingatkan urgensi perlindungan penyu sebagai indikator kesehatan ekosistem laut.
“Penyu merupakan indikator utama kesehatan ekosistem laut. Masyarakat diajak untuk memastikan tidak ada lagi pengambilan telur penyu untuk dikonsumsi serta menjaga laut dari pencemaran sampah plastik dan ancaman abrasi,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar juga mendorong pengembangan Pantai Mampie dan Rumah Penyu sebagai destinasi ekowisata berbasis lingkungan. Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pusat wisata edukasi yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dalam sambutan itu, Bupati turut mengapresiasi Founder Sahabat Penyu, Yusri, beserta masyarakat Desa Galeso yang selama ini konsisten menjaga habitat penyu dan kelestarian kawasan pesisir.
Pembukaan Festival Penyu Mampie 2026 ditandai dengan aksi penanaman mangrove dan pelepasan anak penyu atau tukik yang dilakukan bersama oleh perwakilan pemerintah, pegiat lingkungan, dan masyarakat setempat.
Bupati juga menegaskan bahwa menjaga penyu dan kawasan pesisir bukan hanya tanggung jawab ekologis, melainkan bagian dari nilai budaya dan ajaran agama yang hidup di tengah masyarakat Mandar.
“Merawat penyu dan pesisir merupakan perwujudan manusia sebagai khalifah fil ard serta selaras dengan falsafah hidup masyarakat Mandar yang menganggap laut sebagai bagian dari kehidupan,” kata Aco.
Pembukaan festival turut dihadiri Anggota DPD RI Andi Ian Rusali Masdar, sejumlah kepala perangkat daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat pesisir Mampie.
Selama lima hari pelaksanaan, Festival Penyu Mampie akan diramaikan berbagai kegiatan, mulai dari kemah konservasi, lomba katinting, hingga pentas seni dan budaya Mandar sebagai upaya menggabungkan pelestarian lingkungan dengan penguatan identitas budaya lokal.(*)
