POLMAN — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat bersama DPRD Sulbar meninjau langsung lokasi kebakaran di Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, Minggu (1/3/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan korban berjalan cepat dan bantuan tersalurkan tepat sasaran.
Ketua Komisi I DPRD Sulawesi Barat, Syamsul Samad, hadir di lokasi bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Dinas Sosial, serta BPBD Sulawesi Barat. Mereka memantau kondisi warga terdampak dari posko bencana yang didirikan di lokasi kejadian.
Kebakaran yang terjadi pada Sabtu (29/2/2026) malam tersebut menghanguskan sedikitnya 29 rumah warga. Sejumlah rumah lain turut terdampak. Berdasarkan laporan pemerintah kecamatan, api diduga berasal dari aktivitas memasak di salah satu rumah warga.
Syamsul Samad mengatakan, dirinya langsung kembali ke Sulawesi Barat setelah menerima kabar musibah tersebut.
“Saya tadi malam berada di Makassar. Begitu mendapat informasi, saya langsung kembali untuk memastikan pemerintah provinsi hadir membantu masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, kehadiran Pemprov dan DPRD bertujuan memastikan seluruh pemangku kepentingan bergerak cepat. Atas arahan Gubernur Sulbar, BPBD dan Dinas Sosial telah berada di lokasi sejak dini hari untuk melakukan penanganan awal, termasuk mendirikan dapur umum.
“Yang paling mendesak adalah kebutuhan dasar warga. Dapur umum harus segera berfungsi, apalagi ini bulan Ramadan, agar masyarakat terdampak tetap bisa sahur dan berbuka,” kata Syamsul.
Selain itu, pemerintah kecamatan dan desa diminta segera melakukan validasi data korban. Data tersebut akan menjadi dasar penyaluran bantuan jangka pendek maupun jangka panjang, termasuk rencana pemulihan dan pembangunan kembali rumah warga yang hangus.
Menurut Syamsul, penanganan berbasis data sangat penting agar bantuan tepat sasaran dan proses pemulihan berjalan terintegrasi. Ia menyebut, membangun kembali puluhan rumah membutuhkan perencanaan matang dan dukungan anggaran yang memadai, mengingat sebagian besar korban berasal dari keluarga kurang mampu.
Ia juga mengapresiasi solidaritas masyarakat serta berbagai organisasi yang telah menyalurkan bantuan melalui pemerintah desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi. Ke depan, Syamsul mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama memastikan sumber api dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.
“Kita ambil hikmah dari musibah ini. Kewaspadaan dan komunikasi antar warga sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang,” tuturnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memastikan akan terus mengawal proses pemulihan hingga tuntas, serta menjamin para korban kebakaran di Galung Tuluk mendapatkan bantuan yang layak dan berkelanjutan.(*)
